Home Headline Polda Jateng Ungkap Pembobolan Mesin Atm Berisi Uang 891 Juta di Magelang

Polda Jateng Ungkap Pembobolan Mesin Atm Berisi Uang 891 Juta di Magelang

258

Semarang, 24/02 (Beritajateng.net) – Kepolisian Daerah Jawa Tengah berhasil mengungkap pembobolan uang mesin ATM di Toko Oleh Oleh di Jalan Pemuda No 181 dan Wonosari Desa Gunungpring Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang, Selasa (4/2) pagi.

“ dalam pengungkapan ini pelaku berjumlah 4 orang, sebelum aksinya komplotan ini melakukan survei terlebih dahulu dengan sasaran ATM tanpa penjaga”, Ungkap Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iskandar F Sutisna, saat gelar perkara.

Dua dari empat pelaku berhasil diringkus tim Jatrantas Polda Jateng bernama Adang Sobarna sebagai eksekutor dan Yoris Togas berperan sebagai driver. Keduanya di tangkap di rumah salah seorang pelaku di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

“Jadi setelah dibagi rata, uang ini langsung digunakan. Salah satunya untuk membeli rumah yang kwitansi pembeliannya juga sudah kami amankan,” ujarnya

Sementera dua pelaku yang masih buron adalah Syaful berperan sebagai otak pelaku pembobolan, dan Supardi berperan mengambil barang hasil kejahatan dan membuka mesin atm.

Selain dua anggota komplotan, Polisi juga meringkus Siyamti, seorang perempuan sebagai penerima uang, yang juga istri dari otak pelaku perampokan, saat ini masih buron.

“Dari tiga orang yang berhasil diamankan, dua di tangani Polda Jawa Tengah, satu ditangani Kepolisian di Jakarta berkaitan dengan kasus penipuan”, tambahnya.

Aksi pembobolan mesin atm ini terjadi pada 4 februari lalu. Komplotan ini berhasil membawa mesin atm berisi uang 891 juta, dengan menggunakan mobil daihatsu luxio dan di bawa ke salah satu rumah pelaku di Karanganyar untuk di bongkar dengan mengunakan alat pengelasan. Setelah berhasil dibongkar uang hasil kejahatan langsung di bagi.

Saat ditangkap, polisi mengamankan sejumlah barang bukti antara lain uang tunai sebesar Rp 82 juta, dua unit sepeda motor, tabung oxygen dan selang las, potongan bagian mesin ATM serta sejumlah kwitansi.

“Saat ini, pihaknya masih memburu dua pelaku yang berperan sebagai pembobol ATM yakni Saepul dan Supardi alias Pentet yang merupakan otak kejahatan” imbuhnya.

Atas perbuatannya, dua pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP. Sedangkan istri pelaku dikenai Pasal 480 KUHP karena diduga ikut menikmati hasil kejahatan. (NH/BJ)