Home Hukum dan Kriminal Polda Jateng Tangkap Pengusaha Pupuk Tanpa Ijin Edar

Polda Jateng Tangkap Pengusaha Pupuk Tanpa Ijin Edar

Pupuk tanpa ijin edar berhasil diamankan Polda Jateng
Pupuk tanpa ijin edar berhasil diamankan Polda Jateng
Pupuk tanpa ijin edar berhasil diamankan Polda Jateng

Semarang, 19/5 (BeritaJateng.net) – Penyidik Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah tetapkan tersangka seorang pengusaha pupuk asal Pati berinisial S (52).

Ia ditetapkan tersangka karena diketahui mengedarkan pupuk tanpa izin produksi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng Kombes Pol Edhy Moestafa mengatakan, tersangka S ini diamankan dari  CV Mutiara Mas di Jalan Tlogowungu, Gunung Rowo KM 1, Desa Purwosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Jateng.

Petugas yang datang langsung mengecek ijin usaha. Dalam ijin tersebut, diketahui terdapat satu jenis ijin usaha, namun dalam produksi terdapat berbagai jenis.

“Ijin usahanya satu jenis. Tapi saat dicek ternyata tersangka memproduksi jenis pupuk lainnya yang tidak ada ijinya,” katanya saat gelar perkara, Selasa (19/5). 

Dikatakan Edhy dalam pengakuan tersangka sebenarnya sudah memiliki izin produksi satu jenis pupuk. Namun, karena usahanya memproduksi pupuk lain yaitu jenis SP-3.6 dan pupuk Phoska Super. 

“Jadi tersangka sudah punya izin, ia mendirikan lagi dua usaha pupuk. Jadi memproduksi SP-3.6 dan Phoska Super seolah resmi,” ungkapnya.

Lebih lanjut jenis pupuk tersebut dipasarkan sudah tiga bulan, bisa mendistribusikan dua jenis pupuk berada di Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

“Keuntungan bisa capai Rp. 40 juta, sedangkan omzet perbulan Rp. 100 juta,” terangnya.

Sementara itu, tersangka S mengaku untuk pupuk SP-3.6, setiap produksi 1 ton tersangka menakar Phosphate 800 kg, Magnesium 100 kg, kalsium 100 kg, dan sulfur 5 kg. Sedangkan pupuk Phoska Super setiap 1 ton-nya terdiri dari karbon organik 800 kg, magnesium 100 kg, phosphate 100 kg, calsium oxide 5 kg, dan amino acide 5 kg.

“Semua permintaan dari perkebunan kelapa sawit dan merica di Pangkal Pinang. Sudah kirim enam kali, sekali kirim pakai kapal bisa seminggu,” kata tersangka S.

“Sebenarnya saya sudah ajukan izin, katanya masih proses,” imbuhnya.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol A Liliek Darmanto mengungkapkan dari tangan tersangka disita barang bukti berupa 13 ton pupuk SP-3.6, kemudian 9 ton pupuk Phoska Super, mesin jahit karung, dan berbagai bahan maupun kemasan pupuk.

“Untuk setiap penjualan pupuk Phoska dijual dengan harga Rp 50 ribu satu sak berukuran 50 kg. Sedangkan SP-3.6 per sak 50 kg dijual Rp 55 ribu,” kata Liliek.

Liliek menjelaskan, hingga kini S belum dilakukan penahanan, namun ia dijerat pasal 60 ayat 1 huruf 6 jo pasal 37 ayat 1 UU RI nomo 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman dengan ancaman pidana 5 tahun dan atau denda Rp 250 juta.

“Tersangka belum dilakukan penahanan. Namun ia juga pasal 62 ayat 1 juncto pasal 8 ayat 1 huruf a dan atau UU RI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan atau denda Rp 2 miliar,” tandasnya.(BJ04)