Home Hukum dan Kriminal Polda Jateng Siap Amankan Eksekusi Terpidana Mati

Polda Jateng Siap Amankan Eksekusi Terpidana Mati

Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali
Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali
Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali

Cilacap, 4/3 (BeritaJateng.net) – Kepolisian Daerah Jawa Tengah siap mengamankan pelaksanaan eksekusi sejumlah terpidana mati kasus narkoba di Pulau Nusakambangan, Cilacap.

“Kami yang mengemban tugas negara untuk menjaga kedaulatan negara akan mengamankan secara maksimal dengan kekuatan yang ada di sini. Tujuan utamanya kegiatan itu (eksekusi terpidana mati, red.) berjalan lancar,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jateng Komisaris Besar Polisi Aloysius Liliek Darmanto kepada wartawan di Cilacap, Rabu.

Ia mengatakan bahwa Polda Jateng diberi amanat untuk melaksanakan pengamanan tugas negara dalam rangka menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami selaku pelaksana tugas negara itu harapkan wartawan untuk ikut serta membantu mengamankan tugas negara dan membuat suasana tidak keruh,” katanya.

Ia mengharapkan doa dan dukungan dari masyarakat agar tugas negara tersebut dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Terkait pelaksanaan eksekusi, dia mengatakan bahwa terpidana mati yang akan dieksekusi sudah ada di Pulau Nusakambangan termasuk dua anggota kelompok “Bali Nine” Andrew Chan dan Myuran Sukumaran yang baru dipindahkan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Bali.

“Yang akan dieksekusi, tadi sudah masuk (ke Nusakambangan, red.),” katanya.

Selain dua anggota kelompok “Bali Nine”, pada Rabu (4/3) pagi juga dilaksanakan pemindahan terpidana mati Raheem Agbaje Salami dari Lapas Madiun, Jawa Timur, ke Nusakambangan.

Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu merilis 10 nama terpidana mati kasus narkoba yang akan dieksekusi, yakni Andrew Chan (warga negara Australia), Myuran Sukumaran (Australia), Raheem Agbaje Salami (Nigeria), Zainal Abidin (Indonesia), Serge Areski Atlaoui (Prancis), Rodrigo Gularte (Brasil), Silvester Obiekwe Nwaolise alias Mustofa (Nigeria), Martin Anderson alias Belo (Ghana), Okwudili Oyatanze (Nigeria), dan Mary Jane Fiesta Veloso (Filipina).

Akan tetapi hingga saat ini, Mary Jane Fiesta Veloso masih berada di Lapas Wirogunan, Yogyakarta, karena sedang menjalani sidang Peninjauan Kembali di Pengadilan Negeri Sleman. (ant/BJ)