Home Nasional Polda Jateng Sambut Polwan Berjilbab

Polda Jateng Sambut Polwan Berjilbab

Ilustrasi

Ilustrasi

Semarang, 20/4 (Beritajateng.net)- Bagi polisi wanita (Polwan) pengenaan jilbab harus disesuaikan sebelum pengadaan seragam turun dengan sesuai ketentuan. Hal itu disampaikan Kapolda Jateng Irjen Pol Nur Ali.

Kapolda mengatakan pihaknya sudah menginventarisir seragam yang akan dipakai polwan. Maka dari itu dari sekarang sudah siap mensosialisasikan pelaksanaanya.  

“Sudah ada petunjuk dari markas besar (mabes). Tinggal kita mensosialisasikan dan mempersiapkan pelaksanaannya,” katanya.

Nur Ali menambahkan pihaknya secara umum memperbolehkan anggota polwan mengenakan jilbab dahulu. Asalkan itu sesuai dengan ketentuan yang ada. 

“Jadi pakai jilbab boleh saja. Tentu harus seragam, kan sudah ada contohnya. Dari personil juga sudah ada yang memakai. Kalau jumlahnya, sudah ada yang kepingin memakai, sudah diinventarisir,” imbuhnya. 

Dijelaskan Nur Ali, sudah ada beberapa polwan terlihat mengenakan jilbab yakni selain anggota berseragam, ada juga polwan bertugas di reserse juga terlihat sudah berjilbab. 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Kombes Pol A. Liliek Darmanto, mengungkapkan dari data, polwan Polda Jateng ada 40 persen yang sudah menyampaikan memakai jilbab saat bertugas.

“Jadi memang dipersilahkan berjilbab saat berdinas ada di Keputusan Kapolri nomor; Kep/245/III/2015,” ungkapnya. 

Seperti diketahui pada peraturan yang ditandatangani Komjen Pol Badrodin Haiti pada 25 Maret 2015 itu mengatur semuanya tentang penggunaan pakaian dinas seragam polri dan PNS polri, khususnya pemakaian jilbab bagi polwan.

Ada beberapa perubahan yang tertulis, mulai pengguna, semula tertulis polwan khususnya Aceh menggunakan jilbab, diubah bagi polwan Polda Aceh dan polwan muslimah lainnya yang berkeinginan memakai jilbab dipersilakan sesuai ketentuan. 

Tutup kepala semula tertulis warna cokelat tua diubah menjadi model tunggal polos tanpa emblem, jilbab cokelat tua digunakan pakaian dinas warna cokelat dan PDL II loreng Brigade Mobil (Brimob), jilbab abu – abu digunakan pada PD Musik Gabungan, jilbab warna hitam polos digunakan pada pakaian dinas selain Brimob dan PD Musik Gabungan, jilbab pada pakaian olahraga disesuaikan dengan warna celana training dan bagian staf reserse kriminal, intelijen dan kemanan serta pengamanan internal (paminal) untuk warna jilbab disesuaikan dengan warna celana. 

Untuk sepatu dinas harian juga ada perubahan. Semula hanya warna hitam, diubah. Misalnya; model ankleboots warna hitam kaus kaki hitam digunakan pada pakaian dinas polwan, sepatu dinas ankleboots warna putih dan kaus kaki putih digunakan PD Musik Gabungan, sepatu dinas lapangan dengan kaus kaki hitam digunakan pakaian dinas saat jadi komandan upacara, loreng Brimob, Hitam Brimob, Crisis Respons Team (CRT) hingga pasukan Polri Misi Perdamaian PBB. (BJ04)