Home Ekbis PKL Pasar Klithikan Barito Baru Optimis Ramai

PKL Pasar Klithikan Barito Baru Optimis Ramai

Para PKL Rejosari yang kini menempati Pasar Klithikan Barito Baru Penggaron optimis penjualan ramai.
         Semarang, 26/2 (BeritaJateng.net) – Para PKL Rejosari kawasan Barito yang telah pindah ke Pasar Klithikan Barito Baru di Penggaron Kecamatan Pedurungan kini, sudah mulai yakin bahwa, tidak butuh waktu lama, Pasar Klithikan Barito Baru Penggaron yang baru saja ditempati bakal ramai.
         Para PKL mantan Rejosari itu sudah pada mempersiapkan diri untuk menata barang-barang dagangannya di tempat yang baru di Pasar Klithikan Barito Baru di Penggaron.
         Menurut sejumlah PKL yang siap menempati Pasar Klithikan Barito Baru Penggaron sudah banyak PKL yang menata barang-barangnya di kiosnya masing-masing.
         Suntoro (51)  di antara para PKL yang sibuk mempersiapkan barang-barang pindahan mengaku tidak butuh waktu lama Pasar Barito Baru di Penggaron bakal menjadi jujugan masyarakat. Lokasinya strategis dekat dengan jalan raya. “Dan Pasar Klithikan Barito Baru Penggaron merupakan identitas Kota Semarang,” katanya.
         Ia menceritakan ada perbedaan pada saat PKL Barito yang dulu asal-usulnya dari sekitar Tawang. Perpindahan PKL dari Tawang dulu menempati Jalan Kartini, terus pindah ke pinggir Sungai Banjir Kanal Timur.
       “Waktu itu, para PKL sangat prihatin karena pada saat itu sekitar tahun 1980-an, di kawasan pinggir Sungai Banjir Kanal Timur masih sepi , dan untuk menjadi ramai butuh waktu yang tidak sebentar yaitu, mencapai satu tahun,” kata Suntoro.
           Tetapi, sekarang beberapa hari, katanya, begitu PKL pindahan dari Rejosari kawasan Barito, sudah banyak masyarakat yang wira-wira melihat lokasi Pasar Klithikan Barito Baru Penggaron sambil melihat-lihat barang-barang yang sudah dipajang di luar kios.
        “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada media yang juga ikut membantu mempublikasikan Pasar Klithikan Barito Baru yang merupakan pusat pasar klithikan di Kota Semarang,” ucap Toro, sapaan akrabnya.
        Toro juga berharap setelah semua PKL Rejosari yang berjumlah mencapai sekitar 236 PKL (saat di Rejosari) setelah di Pasar Klithikan Barito Baru Penggaron kembali membentuk organisasi kembali, atau meneruskan organisasi yang dulu untuk keabsahaan para PKL dan memiliki kekuatan hukum.
        Rochmat (55) pedagang aksesoris kendaraan roda dua juga mengaku beberapa hari lalu sudah membuka usahanya di tempat yang baru hasilnya sudah lumayan. Setiap hari setelah pindah dari Rejosari, sudah ada satu, dua, hingga tiga orang yang berbelanja.
        “Alhamdulillah, insha Allah di tempat usaha yang baru ini, nantinya lebih prospek,” ucapnya.
         Ia berharap para PKL yang masih berada  di kawasan Barito segera pindah ke Pasar Klithikan Barito Baru di Penggaron, sehingga semua PKL Barito bisa bersama-sama membentuk ikon Kota Semarang. (El)