Home News Update PKL Pasar Burung Semarang Akhirnya Ditertibkan

PKL Pasar Burung Semarang Akhirnya Ditertibkan

Pasar Burung Semarang (dok/ant)

Semarang, 18/11 (BeritaJateng.Net) – Para pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Kartini Semarang atau kerap disebut Pasar Burung akhirnya ditertibkan, Selasa (18/11), tanpa mendapatkan perlawanan dari para pedagang.

Beberapa alat berat dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral (PSDA-ESDM) Kota Semarang langsung dikerahkan untuk membongkar dan mengeruk saluran di kawasan tersebut.

Lokasi yang biasa menjadi tempat berjualan PKL Pasar Burung langsung dipasangi kawat berduri sehingga tidak bisa dimasuki, ditambah banyaknya tumpukan sedimentasi hasil pengerukan sungai.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja (PP) Kota Semarang Kusnandir mengakui penertiban dilakukan pada pagi hari, sekitar pukul 05.00 WIB.

Dengan waktu penertiban yang dilakukan pagi hari, belum banyak PKL yang melakukan aktivitas perdagangan sehingga penertiban berjalan lancar dibantu satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.

Dinas PSDA-ESDM, kata dia, langsung melakukan pembongkaran saluran dan mengeruk sedimentasi, sementara Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) melakukan penebangan ranting dan pohon di kawasan itu.

“Kami melakukan penertiban ini setelah beberapa kali Pemerintah Kota Semarang melakukan sosialisasi kepada para PKL. Untuk antisipasi adanya reaksi dari pedagang dibantu aparat kepolisian,” katanya.

Setidaknya, kata dia, ada 100 personel Satpol PP Kota Semarang dikerahkan untuk membantu penertiban lokasi PKL Kartini, dibantu aparat kepolisian untuk mengantisipasi jika ada perlawanan PKL.

Kusnandir membantah sikap Pemkot Semarang yang dinilai tidak manusiawi, sebab para PKL sudah diberikan tempat untuk relokasi, yakni di Pasar Burung Karimata dan Pasar Dargo Semarang.

Sementara itu, Kasmiyati (48), salah satu PKL di Kartini mengaku terkejut dengan penertiban tiba-tiba yang dilakukan, apalagi kawasan tempatnya biasa berjualan sudah dipasangi kawat berduri.

“Saya kaget begitu datang tempat ini sudah berantakan, banyak material, dipasangi kawat berduri juga, ‘morat-marit’ sehingga tidak bisa digunakan berjualan,” katanya, seraya hampir menangis.

Sebelumnya, anggota Komisi B DPRD Kota Semarang Danur Rispriyanto mengatakan tiga proyek besar yang mestinya selesai akhir tahun ini bakal terhambat jika relokasi PKL di Jalan Kartini berjalan lambat.

“Di kawasan itu ada tiga proyek besar yakni normalisasi sungai, pelebaran jalan, dan pembuatan taman untuk ruang terbuka hijau (RTH) yang ditangani tiga dinas berbeda,” kata politikus Demokrat itu. (ant/pri)