Home Lintas Jateng Pindah Rusunawa, Warga BKT Khawatir Kehilangan Pekerjaan

Pindah Rusunawa, Warga BKT Khawatir Kehilangan Pekerjaan

Wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat melakukan tinjauan kondisi Rusunawa Kudu di Genuk Semarang.
       SEMARANG, 3/2 (BeritaJateng.net) – Sejumlah warga penghuni rumah liar di bantaran sungai Banjir Timur (BKT) di Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, merasa khawatir kehilangan pekerjaan apabila dipindah di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kudu Semarang.
        Terutama para wanita yang bekerja sebagai pekerja serabutan, maupun tukang cuci di sekitar tempat tinggalnya sekarang. Sebab, apabila nanti tinggal di Rusunawa Kudu, para wanita paruhbaya di bantaran BKT itu mengaku tidak bisa mengendarai dan tidak memliki motor.
        Salah satunya Midjem, 55. Hingga sekarang, ia mengaku belum menandatangani persetujuan untuk pindah ke Rusunawa Kudu. “Kami bingung, khawatir nanti bagaimana kalau tinggal di Rusunawa, saya bisa kehilangan pekerjaan. Kerja saya tukang cuci di sini (Barito), kalau saya tinggal di sana, bagaimana caranya berangkat kerja? Saya tidak bisa naik motor,” kata warga Jalan Pandansari RT 1 RW 2, Kelurahan Sawahbesar, Kecamatan Gayamsari.
          Belum lagi, kata dia, warga banyak yang berusia lanjut. Sehingga apabila menempati Rusunawa yang kondisinya berlantai lima akan kesulitan. “Berjalan saja pakai tongkat, apalagi kalau diminta naik ke lantai empat. Saya belum memastikan apakah akan ikut pindah atau tidak,” katanya.
           Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang, Muthohar mengatakan, pihaknya telah melakukan identifikasi masalah yang dialami warga bantaran sungai Banjir Kanal Timur. Setelah masalah tersebut diidentifikasi, kemudian dicarikan solusi yang tepat. “Apa yang menjadi kendala masyarakat akan segera difasilitasi Pemkot Semarang,” katanya.
          Ada beberapa masalah yang sudah disampaikan. Pertama, misalnya ada warga berusia lanjut, pihaknya berjanji akan menempatkan di Rusunawa lantai bawah. “Sedangkan warga yang masih muda diundi di lantai atas,” katanya.
          Kedua, warga yang memiliki anak masih sekolah SD, maupun SMP, kalau dipindah di Rusunawa nanti bagaimana? Warga khawatir nanti kesulitan untuk berangkat sekolah karena lokasi Rusunawa Kudu cukup jauh. “Solusinya, saya sudah komunikasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang. Nanti akan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang apabila anak tersebut pindah sekolah di dekat Rusunawa Kudu,” terangnya.
           Ketiga, pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja, Dinas Koperasi dan Dinas Perdagangan Kota Semarang, agar warga bantaran sungai Banjir Kanal Timur bisa bekerja di sekitar Rusunawa Kudu. “Saya sudah melapor ke Wali Kota dan Sekda nanti akan dibuat pelatihan kerja,” ujarnya.
          Keempat, bagaimana angkutan saat pindah ke Rusunawa? “Tidak perlu khawatir, Pemkot Semarang akan membantu fasilitas pindah ke Rusunawa Kudu. Nanti kami siapkan transportasi truk untuk mengangkut barang. Semua akan dipermudah. Misalnya ada siswa SD, ya nanti dibantu untuk pindah sekolah di SD yang terletak dekat dengan Rusunawa. Jangan sampai karena jauh, lalu tidak sekolah kan kasihan,” katanya.
          Lebih lanjut, kata Muthohar, saat ini beberapa kelurahan telah dilakukan serahterima kunci secara simbolis. “Di Kelurahan Rejosari sudah ada 28 rumah yang akan pindah ke Rusunawa Kudu. Nanti secara bertahap akan masuk ke rumah susun. Memindahkan penghuni rumah di bantaran sungai ini kan perlu bertahap. Senin, kami sosialisasi lagi di Kelurahan Tanjungmas,” katanya. (El)
Advertisements