Home Headline Pilkada Semarang 2020 Terancam Tanpa Pengawasan Bawaslu

Pilkada Semarang 2020 Terancam Tanpa Pengawasan Bawaslu

507
Ketua Bawaslu Kota Semarang, Moch Amin.

Semarang, 28/8 (BeritaJateng.net) – Pemilihan Kepala Daerah serentak 2020 di Kota Semarang, Jawa Tengah, terancam tanpa pengawasan dari Badan Pengawas Pemilu. Komioner Bawaslu Kota Semarang, Arif Rahman, menyatakan institusinya terkendala problem regulasi untuk terlibat pengawasan Pemilihan Kepala Daerah.

“Bawaslu Kota Semarang tidak punya legal standing karena dalam UU tentang Pilkada secara nomenklatur masih menggunakan nama Panwas (Panitia Pengawas), bukan Bawas. Pilkada 2020 terancam tidak diawasi,” kata Arif Rahman dalam paparan kinerja pengawas Pemilu 2019 di Semarang, Jawa Tengah, Selasa.

Menurutnya, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 menyatakan institusi yang berhak mengawasi Pilkada adalah Panwaslu. UU tersebut juga mengamanatkan Panwaslu Kabupaten atau Kota harus berjumlah tiga orang komisioner.

Padahal, kata Arif, di Kota Semarang dan daerah-daerah lain, institusi Panwaslu sudah berganti nama menjadi Bawaslu. Dari segi jumlah, komisioner Bawaslu juga lebih banyak dari Panwaslu, yakni lima orang komisioner.

Arif mengatakan ruang lingkup kerja Bawaslu pun diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Padahal, Pilkada serentak 2020 mengacu pada UU Nomor 10 Tahun 2016.

“Sehingga Bawaslu Kota Semarang terancam tidak bisa bekerja kalau nomeklaturnya tidak diperbaiki,” ujar Arif menegaskan.

Menurut Arif, satu-satunya jalan agar Bawaslu bisa terlibat pengawasan Pilkada, maka UU Nomor 10 Tahun 2016 harus di-judicial review di Mahkamah Konstitusi. “Kita sedang mempertimbangkan untuk mengajukan judicial review. Tapi, kabar terakhir, Bawaslu di Sumatera Barat sudah memasukkan gugatan di MK,” jelas Arif Rahman.

Meski terancam tidak terlibat pengawasan, Bawaslu Kota Semarang sudah mengajukan anggaran untuk Pilkada 2020. “Anggaran sudah selesai. Sementara disetujui Rp12,2 miliar untuk semua tahapan. Saat ini sedang menunggu Komisi A apakah ada penambahan. Karena jumlah TPS juga ada penambahan,” kata Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin, di tempat yang sama.

Amin berujar tahapan Pilkada Kota Semarang sedang berlangsung. Dia menyatakan saat ini Bawaslu Kota Semarang sedang melakukan persiapan perekrutan pengawas untuk tingkat kecamatan. “Rencananya rekrutmen pengawas tingkat kecamatan dilakukan Desember 2019,” tegas Amin. (El)