Home News Update PGOT Terindikasi Penyakit Berbahaya Walikota Perintahkan Rutin Gelar Razia

PGOT Terindikasi Penyakit Berbahaya Walikota Perintahkan Rutin Gelar Razia

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo dalam suatu acara.

SOLO, 19/9 (BeritaJateng.net) – Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo angkat bicara terkait adanya dugaan seorang PGOT (Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar) yang terlihat kurus dan sakit-sakitan diduga terkena virus mematikan HIV/AIDS yang dirazia pada Kamis (15/9/2016) lalu.

“Razia terhadap PGOT harus makin ditingkatkan. Demi menjaga kenyamanan dan keamanan masyarakat,” jelas Rudy, Senin (19/9/2016).

Meski begitu Rudy juga mengakui pihaknya masih belum memiliki tempat penampungan PGOT yang maksimal. Masih sangat terbatas lokasinya. Kedepannya pihak Pemkot berencana akan membangun penampungan PGOT dan juga tempat karantina bagi PGOT yang memiliki penyakit serius.

Sementara itu penanganan adanya PGOT yang selama ini diindikasi terinveksi HIV maka Satpol PP dan dinas terkait harus makin intensif melakukan rasia PGOT dan mendata mereka untuk memantau apakah PGOT tersebut memiliki sakit serius atau tidak.

” Mereka (PGOT) juga manusia, maka harus juga dilakukan secara manusiawi. Ada rencana penambahan tempat penampungan bagi PGOT, namun karena keterbatasan tempat kami belum menemukan,” papar FX. Hadi Rudyatmo

Ditemui terpisah pembina Foksri (Forum Komunikasi Sriwedari) Kusumo Putro sangat menyesalkan ada banyak pengemis dan gelandangan yang sering berseliweran di kawasan Sriwedari.

“Terlebih lagi adanya indikasi bahwa salah satu gelandangan yang kemarin dirazia ada yang terkena penyakit berbahaya. Itu bisa metusak citra kota Solo bila tidak segera ditanggulangi,” papar Kusumo.

Pihaknya juga mempertanyakan bagaimana kinerja dinas terkait seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial di Kota Solo yang dianggap kurang maksimal. Kenapa masih banyak gelandanan dan pengemis yang berkeliaran. Bahkan salah satunya terindikasi penyakit berbahaya berbahaya.

“Karena itulah perlu koordinasi dengan berbagai pihak untuk bisa menertibkan pengemis dan gelandangan agar citra kota Solo tetap terjaga,” pungkasnya. (Bj24)

Advertisements