Home Lintas Jateng Petugas Dishubkominfo Sita Taksi Bodong

Petugas Dishubkominfo Sita Taksi Bodong

image

SOLO, 6/7 (Beritajateng.net)- Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) bersama dengan  Satlantas Polresta Solo menggelar operasi  kelaikan jalan armada taksi yang banyak beroperasi di kota Solo.

Dalam operasi tersebut, petugas gabungan dari Dishubkominfo dan Satlantas Polresta Solo juga memeriksa surat kelengkapan kendaraan dan pengemudi taksi. Selain itu juga memeriksa uji kelayakan dan kartu pengawasan armada.

Penyidik PPNS Dishubkominfo Kota Solo Agus menjelaskan operasi laik jalan dilakukan oleh dua tim yang melakukakan sidak secara terpisah. Tujuannya antara lain pangkalan taksi di Kleco, Purwosari, Solo Grand Mall, perempatan Ngapeman, depan Stasiun Solo, Balapan, RSUD dr Moewardi, Terminal Tirtonadi dan Bundaran Gladag.

“Bahkan taksi yang sedang parkir juga menjadi sasaran pemeriksaan petugas,” jelas Agus di Solo Jawa Tengah, Senin (6/7).

Agus menyebutkan ada pengemudi taksi yang menghindar dari pemeriksaan. Akibatnya ketiga taksi yang di tinggal tersebut digembok oleh petugas.

“Kita gembok karena saat diperiksa sopirnya tidak ada. Namun saya yakin sopirnya ada, tapi pasti ndelik (sembunyi), saat tahu kita datang dan surat-surat mereka tidak lengkap,” lanjut Agus.

Untuk itu pihaknya mengembok taksi tersebut. Dengan begitu diharapkan  pengemudi akan datang ke UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Perparkiran dan memberikan surat kelengkapan taxinya.

Salah satu tujuan operasi ini lanjut Agus bertujuan untuk memberikan rasa nyaman kepada penumpang dan juga pengemudi saat ramai menjelang arus mudik dan balik lebaran.

“Rata-rata pelanggaran didapat di lapangan adalah KIR mati, KP mati dan pelanggaran. Operasi ini akan berlangsung mulai H-7 hingga H+7 Lebaran,” lanjut Agus.

Dalam operasi gabungan ini, petugas juga menilang puluhan taksi yang tak dilengkapi dengan STNK maupun SIM. Bahkan tim juga menemukan adanya taksi bodong yang beroperasi di kota Bengawan ini.

Sementara itu Arief Handoko, Kabid Teknis Sarana dan Prasarana Dishubkominfo menyatakan taksi bodong itu belum dilengkapi dengan  surat izin operasi dan belum mengikuti uji kir. Selain itu juga tidak dilengkapi stiker layak uji. Sebab itu taxi tersebut langsung di sita.

“Stiker  layak uji yang ditempelkan di bahu taxi tersebut ternyata stiker palsu. Untuk itu agar tidak merugikan  konsumen mobilnya kita sita,” pungkasnya. (BJ24)