Home Lintas Jateng Petani Temanggung Tak Nikmati Tingginya Harga Cabai

Petani Temanggung Tak Nikmati Tingginya Harga Cabai

petani temanggung tak nikmati tingginya harga cabai
il;ustrasi
petani temanggung tak nikmati tingginya harga cabai
il;ustrasi

Temanggung, 26/11 (Beritajateng.net) – Tingginya harga cabai dalam sebulan terakhir tidak membuat semua petani di Temanggung, Jawa Tengah bisa menikmatinya karena tanamannya diserang penyakit busuk batang sehingga buahnya mengering.

“Sebenarnya harga cabai saat ini bagus di tingkat petani cabai keriting merah mencapai Rp50.000 hingga Rp55.000 per kilogram, tetapi hasil panen tidak maksimal sehingga hanya bisa menutup biaya produksi saja,” kata seorang petani di Desa Petir Kecamatan Ngadirejo, Wandono di Temanggung, Rabu.

Ia mengatakan serangan busuk batang justru muncul saat tanaman berbuah, tetapi cabai belum sempat merah sudah mengering bersama daun dan batangnya.

Wandono menuturkan penyakit busuk batang menyerang tanaman cabai sekitar sebulan lalu, saat pergantian musim kemarau ke musim hujan. Serangan penyakit tersebut belum bisa diobati sehingga dia membiarkan tanamannya mati.

Menurut dia serangan penyakit tersebut menyebabkan produksi cabai menurun drastis, dari sebanyak 5.000 tanaman cabai yang ditanam di lahan seluas 2.000 meter persegi, sekitar 3.000 batang kering dan mati.

Ia mengatakan dalam kondisi normal 5.000 tanaman cabai bisa menghasilkan sekitar 1,25 kuintal pada puncak panen. Panen cabai dilakukan tiap tiga hari sekali, karena banyak terkena busuk batang dan mati saat ini puncak panen hanya menghasilkan 35 kilogram.

Petani yang lain Rusminah mengatakan pada awal panen sekitar sebulan lalu, harga cabai merah keriting di tingkat petani Rp24.000 per kilogram dan sekarang mencapai Rp55.000 per kilogram.

Namun, katanya tanaman cabai miliknya saat ini juga diserang penyakit busuk batang dan mati. Bahkan, agar tetap mendapatkan hasil terpaksa memetik cabai waktu masih hijau dengan harga Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram.

“Baru kali ini tanaman cabai kami mengalami serangan busuk batang kemudian mengering dan mati sehingga hasil panen tidak maksimal,” katanya.(ant/pj)