Home Ekbis Pertamina Sulit Cegah Kemungkinan Migrasi Konsumen Elpiji

Pertamina Sulit Cegah Kemungkinan Migrasi Konsumen Elpiji

image
Ilustrasi

Semarang, 7/1 (BeritaJateng.net) – PT Pertamina (Persero) wilayah pemasaran Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta mengaku kesulitan mencegah kemungkinan migrasi konsumen elpiji dari ukuran tabung 12 kg ke ukuran 3 kg atau yang nonsubsidi ke bersubsidi.

“Migrasi ini sebetulnya merupakan hal yang wajar dan tidak bisa dicegah karena berhubungan dengan kenaikan harga elpiji untuk ukuran 12 kg sebesar Rp1.500/kg,” kata Eksternal Relations Pertamina Jateng dan DIY Robert MV Dumatubun di Semarang, Rabu.

Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan seberapa banyak jumlah pelanggan yang migrasi ke tabung 3 kilogram tersebut, mengingat kenaikan harga elpiji nonsubsidi 12 kg tersebut baru dilakukan pada 2 Januari lalu.

Berkaca pada kenaikan harga elpiji ukuran tabung 12 kg yang dilakukan pada bulan Oktober tahun lalu memang sempat terjadi migrasi konsumen dari nonsubsidi ke elpiji subsidi. Meski demikian hal tersebut hanya berlangsung sekitar 1 bulan.

Menurutnya, besaran angka migrasi antara 2-3 persen. Jumlah terebut sangat kecil dibandingkan jumlah pengguna elpiji 12 kg itu sendiri.

Secara keseluruhan, untuk realisasi konsumsi elpiji 12 kg pada tahun 2014 tercatat 112.462 Metrik Ton (MT) dari target mencapai 126.386 MT. Sedangkan untuk target tahun ini yaitu 130.682 MT.

Untuk elpiji ukuran tabung 3 kg, dari target tahun 2014 sebesar 808.067 MT terealisasi sebesar 813.964 MT. Sedangkan untuk target tahun ini mencapai 874.935 MT.

Sementara itu, untuk memastikan pendistribusian elpiji baik ukuran tabung 3 kg maupun 12 kg berjalan lancar, Pertamina membentuk tim pengawasan elpiji 3 kg. Selain itu juga dilakukan ekstra dropping ke sejumlah daerah antara 2-12 persen.

Menurutnya, besaran kuota ekstra dropping tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah. Upaya lain untuk memastikan distribusi elpiji berjalan lancar pihaknya juga siap melakukan operasi pasar jika memang dibutuhkan.

“Mekanisme operasi pasar ini yaitu kami melakukan penjualan langsung ke konsumen, tetapi upaya ini kami lakukan jika ekstra dropping tidak bisa mengatasi kelangkaan elpiji karena distribusi yang tidak lancar,” katanya. (Ant/BJ)

Advertisements