Home Ekbis Pertamina Jateng & DIY Tambah Pasokan LPG 3 KG Hingga 7 Persen

Pertamina Jateng & DIY Tambah Pasokan LPG 3 KG Hingga 7 Persen

Elpiji-3Kg

Semarang, 7/1 (BeritaJateng.net) – PT. Pertamina Jawa Tengah & DIY menambah pasokan gas LPG tabung 3 kilogram sebesar 6 – 7 persen, hal ini menyusul meningkatnya konsumsi LPG di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Peningkatan konsumsi ini dikarenakan libur panjang natal dan tahun baru lalu, serta migrasi pengguna LPG tabung 12 kilogram ke 3 kilogram akibat kenaikan harga LPG.

External Relationshop Manager PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV, Robert Marcelino Dumatubun mengatakan, selama ini konsumsi LPG di wilayah Jateng dan DIY mencapai 808 ribu metrix ton per bulan. Namun sejak akhir desember 2014 hingga awal tahun 2015 ini konsumsi LPG khususnya 3 kilogram mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Memang ada peningkatan konsumsi LPG akibat libur panjang dan musim hujan ini. Selain itu adanya migrasi pengguna LPG tabung 12 kilogram ke 3 kilogram karena penyesuaian harga beberapa waktu lalu,” ungkapnya Rabu.

Robert memperkirakan, migrasi pengguna tabung 12 kilogram ke 3 Kilogram akibat penyesuaian harga LPG saat ini sangat kecil. Hal ini berkaca dari pengalaman, saat pertamina melakukan penyesuaian harga LPG 12 kilogram tahun 2014 lalu. Dimana saat itu hanya sekitar 3-5 persen dari total pengguna tabung LPG 12 kilogram yang beralih ke LPG 3 kilogram.

“Di Jateng dan DIY tabung 12 kg yang terdistribusi hanya sekitar 200 ribu tabung. Sementara untuk tabung 3 kg mencapai kurang lebih 900 ribu tabung. Belum kita hitung berapa yang migrasi, tapi dari pengalaman lalu hanya 3-5 persen, itu pun hanya sebulan efeknya,” ungkapnya.

Namun demikian untuk menjaga pasokan stok LPG 3 Kg, pihaknya akan melakukan ekstra drooping antara 2-12 persen dari kebutuhan saat ini. Ekstra drooping disetiap daerah berbeda – beda, menyesuaikan dengan kebutuhan wilayah itu.

“Jadi untuk tetap menjaga pasokan kita akan lakukan ekstra drooping tapi bebeda – beda tiap daerah. Misalkan Semarang hanya 2 persen, tapi kan dari total 1,6 juta tabung jadi cukup banyak. Kalau seperti Cilacap dan sekitarnya hanya 800-900 tabung, maka kita tambah mungkin 12 persen dari total tabung terdistribusi,” tegasnya. (BJ21)