Home Ekbis Pertamina Dinilai Telat Antisipasi Kelangkaan Elpiji

Pertamina Dinilai Telat Antisipasi Kelangkaan Elpiji

Riyono 1

Semarang, 13/1 (BeritaJateng.net) – Pertamina dinilai terlambat mengantisipasi kelangkaan elpiji di Jawa Tengah. Kelambanan ini berimbas pada melambungnya harga elpiji khususnya kemasan 3 kg yang di pasaran sempat mencapai harga Rp. 33.000 per tabung.

Pernyataan tersebut disampaikan Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah Riyono usai melakukan dengar pendapat dengan jajaran Dinas Perindustrian Jawa Tengah guna mensikapi melambungnya harga elpiji di pasaran.

“Tidak hanya Pertamina, Dinas ESDM dan Dinas Perindustrian juga dinilai kurang responsif terhadap melambungnya harga elpiji ini. Harusnya begitu langka pihak pihak terkait segera mengambil langkah agar harganya tidak setinggi sekarang,” ungkap Riyono, Selasa (13/1) di Gedung Berlian Jalan Pahlawan Semarang.

Riyono mengatakan, Stok elpiji di Jawa Tengah saat ini sebanyak 3.489 metrik ton per hari atau setara dengan 900.000 tabung. Dengan stok sebanyak itu sebenarnya sudah cukup untuk mengatasi kebutuhan elpiji masyarakat. Namun persoalannya jumlah elpiji yang beredar di pasaran langka.

“Ini bukti bahwa pengawasannya lemah. Kenyataannya Dinas Perindustrian tidak memiliki data jumlah agen dan pengecer elpiji. Terus bagaimana cara mengawasi distribusinya?,” katanya.

Menurut pantauan Komisi B, harga elpiji saat ini di beberapa tempat cukup bervariasi dan lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET). HET elpiji 3 kilogram sebesar Rp. 16.000. Harga eceran elpiji yang ditemukan Komisi B di Kudus sebesar Rp. 21.000, di Banyumanik Rp. 25.000, dan di Limbangan Rp. 33.000,-. (BJ013)