Home Lintas Jateng Pertama Kalinya, 75 Pemijat Diwisuda

Pertama Kalinya, 75 Pemijat Diwisuda

pijat 1
 

Jepara, 11/03 (Beritajateng.net)–Untuk pertama kalinya, sekitar 75 tukang pijat mengikuti prosesi wisudawan layaknya dalam civitas akademika. Puluhan tukang pijat itu, diwisuda setelah mendapatkan predikat mahir, yang dikeluarkan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pijat dan Tanaman obat Widjaya Jawa tengah.   

Ketua Pusdiklat Pijat dan Tanaman obat Widjaya Agus Widodo mengatakan, 75 wisudawan pemijat ini berasal dari berbagai kota di Jawa Tengah, seperti Jepara, Kudus, Blora, Purwodadi, Rembang, Surakarta, Ungaran, Wonogiri dan beberapa kota lainnya. Mereka yang sudah diwisuda ini, masuk dalam kategori pemijat mahir atau professional.

“Mereka yang sudah diwisuda ini, masuk dalam kategori pemijat mahir atau professional,” ujar Agus.

Sebelumnya lanjut Agus, mereka sudah menempuh pelatihan pijat tradisional dan tanaman obat selama tiga bulan. Untuk kategori pemula dibutuhkan belajar memijat dalam waktu sekitar satu Minggu. Sedangkan untuk katagori terampil, dibutuhkan waktu sekitar satu bulan latihan. Setelah lulus sebagai pemijat terampil, mereka dibekali pendidikan tiga bulan dan lulus menjadi pemijat mahir.

“Proses pendidikan yang kita dilakukan juga berjenjang sesuai dengan keinginan dari peserta. Ada yang seminggu, sebulan, dan tiga bulan. Mereka yang diwisuda jika menyelesaikan pelatihan selama tiga bulan,” jelasnya.

Peserta yang sudah diwisuda ini kata Agus, berasal dari berbagai spesifikasi yang berbeda-beda. Setidaknya ada sepuluh macam jenis  pijat yang diajarkan. Mulai dari refleksi, totok wajah dan aura, pijat punggung, spa bayi dan anak sampai pijat syaraf.

“Namun sebagian besar yang digemari remaja yakni pijat totok aura, sedangkan untuk kalangan tua pijat refleksi,” imbuhnya.

Disampaikan Agus, dengan menyandang predikat pemijat mahir, mereka dapat menurunkan ilmunya kepada masyarakat lain yang membutuhkan pendidikan pijat ini di tempat tinggal masing-masing. “Selain tentu untuk bekal dalam mencari nafkah,” ujar pria yang sempat melamar menjadi tukang pijit Presiden Jokowi ini.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, pertengahan tahun ini, pihaknya juga mendapatkan jatah mendidik sekitar 5 ribu mantan TKI illegal yang berhasil dipulangkan dari luar negeri. Pemberian pelatihan pijat ini dalam rangka memberikan bekal ketrampilan kepada mantan TKI agar bisa berday di negeri sendiri.

“Berdasarkan informasi yang kita terima, kita mendapat jatah 5 ribu orang. Kita berharap proses pelatihan bisa dilakukan di jepara secara bertahap,” tandasnya. (BJ18)