Home News Update Persip Pekalongan Siapkan Strategi Menyerang Hadapi PSIM

Persip Pekalongan Siapkan Strategi Menyerang Hadapi PSIM

persip pekalongan 1

Pekalongan, 20/2 (BeritaJateng.net) – Manajemen Persip kota Pekalongan, Jawa Tengah, akan menyiapkan strategi menyerang untuk menghadapi PSIM Yogyakarta pada pertandingan uji coba di Stadion Kraton Pekalongan, Sabtu (21/2).

Pelatih Persip Kota Pekalongan, Gatot Barnowo di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa strategi itu dilakukan menindaklajuti evaluasi hasil dua laga tandang ke Banyumas melawan Persibangga Purbalingga dan Persibas Banyumas belum lama ini.

“Saat melawan Persibas Banyumas dan Persibangga, hasil akhir semuanya imbang dan hanya mengemas satu gol. Oleh karena itu, saat laga uji coba melawan PSIM, kami menyiapkan strategi menyerang,” katanya.

Menurut dia, dari hasil evaluasi melawan Persibangga, tim Persip meski terus menyerang tetapi tak bisa mencetak gol.

“Penyelesaian akhir yang kurang akurat inilah yang menjadi ‘pekerjaan rumah’ kami untuk membenahinya. Latihan, kami fokuskan bagaimana bisa menuntaskan serangan sampai menjebol gawang lawan,” katanya.

Ia mengatakan adapun materi yang akan diturunkannya pada laga melawan PSIM Yogyakarta, tim berjuluk “Laskar Kalong” ini akan menurunkan semua pemain andalannya.

“Kami tidak mau berspekulasi seperti saat pada dua laga tandang di Banyumas karena PSIM merupakan salah satu kesebelasan yang cukup lama mempersiapkan diri menghadapi Divisi Utama,” katanya.

Selain itu, kata dia, Persip juga telah menyiapkan sejumlah pemain muda yang mempunyai kemampuan dan “skill” bagus.

“Kami akan akan memainkan ‘line up’ utama dalam melakukan pergantian pemain dengan tidak sembarangan. Kami menganggap laga uji coba melawan PSIM ibarat pertandingan resmi sehingga tetap berupaya memenangi pertandingan,” katanya.

Manajer Persip Sopan Sopianto mengatakan meski ditarget menang tetapi seluruh pemainnya harus berhati-hati saat bertanding.

“Kami minta pemain Persip angan sampai terjadi benturan tubuh dengan pemain lawan yang mengakibatkan cidera serius. Jika mengalami peristiwa itu yang rugi adalah tim karena tenaganya masih dibutuhkan untuk pertandingan resmi,” katanya. (ant/BJ)