Home Headline Pernyataan “Kalah” Ruki Dikecam Aktifis Anti Korupsi

Pernyataan “Kalah” Ruki Dikecam Aktifis Anti Korupsi

Taufiequrachman Ruki
Taufiequrachman Ruki
Taufiequrachman Ruki

Yogyakarta, 4/3 (BeritaJateng.net) – Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Yogyakarta mengecam pernyataan sikap Plt Ketua KPK Taufiqurachman Ruki yang menyatakan kalah dalam menangani kasus Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan.

“Kami mengecam keras kalimat kekalahan KPK yang disampaikan Taufiqurachman Ruqi,” kata Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid di Kantor Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Rabu.

Sebelumnya saat konferensi pers di Jakarta Senin (2/3) Plt Ketua KPK Taufiqurachman Ruki mengaku kalah dalam menangani kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait transaksi-transaksi mencurigakan dengan tersangka Jenderal Polisi (Komjen Pol) Budi Gunawan.

“Liga pemberantasan korupsi harus berjalan. Untuk satu kasus ini, kami KPK terima kalah, tapi tidak berarti harus menyerah. Masih banyak kasus di tangan kami,” kata Taufiequrachman Ruki dalam konferensi pers di gedung KPK Jakarta, Senin (2/3).

Menurut Alisa, kalimat yang dilontarkan Ruki menunjukkan bahwa Plt pimpinan KPK yang dipilih presiden tidak siap untuk berjuang memberantas korupsi sebagaimana harapan rakyat.

“Dia telah nyata-nyata mengingkari pengorbanan para pegawai KPK yang rela mati demi pemberantasan korupsi,” kata dia.

Sementara itu, peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM Yogyakarta, Zaenul Rachman mengatakan keputusan pimpinan KPK melimpahkan kasus Budi Gunawan merupakan sebuah kegagalan.

Menurut Zaenul KPK sebagai sektor penting dalam pemberantasan korupsi seharusnya tidak mengambil keputusan dengan melimpahkan kasus itu ke penegak hukum lainnya, melainkan harus melanjutkan upaya hukum dengan mengajukan peninjauan kembali (PK).

“Jangan sampai pemilihan Plt Pimpinan KPK ini bagaikan memasukkan kuda troya yang memang dimasukkan ke dalam untuk menghancurkan internal KPK,” kata Zaenal. (ant/BJ)