Home News Update Perlu Penataaan Ulang Kawasan Pemukiman Daerah Rawan Bencana

Perlu Penataaan Ulang Kawasan Pemukiman Daerah Rawan Bencana

SEMARANG, 22/6 (Berita Jateng.Net) – Banyaknya korban yang ditemukan meninggal dan hilang dalam bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa kabupaten di Jawa Tengah membuat prihatin banyak pihak. Agar jatuhnya korban bisa diminimalisir dalam setiap kejadian bencana, pemerintah perlu menata ulang kawasan hunian tempat tinggal terutama di daerah rawan bencana.

Anggota Komisi E DPRD Jateng Yudhi Indrast Wiendarto mengungkapkan, penataan kawasan yang selama ini dilakukan pemerintah masih sebatas di perkotaan dan belum menyentuh daerah pedesaan. Upaya penataan ini harus segera dilaksanakan mengingat di Jawa Tengah banyak daerah yang dikategorikan rawan bencana.

“Pemerintah perlu menata ulang Perda RT/RW yang dimiliki sampai ke wilayah pegunungan karena daerah daerah seperti itu sangat rawan bencana, sekarang ini perda RT/RW masih terfokus penataan kawasan di perkotaan,” ungkap Yudi, Rabu (22/6).

Politisi Partai Gerindra yang langsung turun ke lokasi bencana di desa Bumiagung kecamatan Rowokele Kebumen setelah tragedi banjir terjadi memahami penataan kawasan di pedasaan dan lereng pegunungan bukan hal yang mudah mengingat masyarakat yang mendiami kawasan tersebut sudah turun temurun dan sulit untuk di relokasi. Oleh karena itu perlu adanya sosialisasi terus menerus dari pemerintah setempat.

“Sosialisasi penataan kawasan pemukiman daerah seperti ini harus dilakukan secara terus menerus, karena tidak mudah menata penduduk yang sudah turun temurun seperti itu,” bebernya.

Hal lain yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana alam adalah mitigasi. Dimulai dari pendataan titik-titik rawan bencana, sosialisasi dan penanganan untuk mengurangi resiko bencana. Melihat bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah kali ini, termasuk Kebumen salah satunya disebabkan jebolnya sejumlah tanggul sungai. Maka, pengecekan kondisi tanggul harus rutin dilakukan oleh pemerintah.

Di sisi lain dirinya mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang cepat melakukan evakuasi pada korban bencana di 16 daerah di Jateng dan titik terparah di Purworejo, Banjarnegara dan Kebumen. (BJ13)