Home Headline Perkuat Nasionalisme, Muqowam Gelar Sosialisasi Empat Pilar

Perkuat Nasionalisme, Muqowam Gelar Sosialisasi Empat Pilar

SEMARANG, 13/02 (Beritajateng.net) – Merasa prihatin dengan perilaku sebagian generasi muda yang tidak lagi memiliki kepedulian terhadap persatuan dan kesatuan bangsa, Anggota MPR RI Ahmad Muqowam mengadakan sosialisasi empat pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Baru saja kita dikejutkan adanya seorang pemuda yang menyerbu Gereja Lidwina dimana sedang ada kebaktian sambil mengacungkan pedang dan melukai pendeta serta jamaah, peristiwa ini telah melukai kerukunan antar umat beragama kita,” ungkapnya dalam sambutan di sosialisasi empat pilar di Gedung Diklat PMI, Kedungmundu Semarang, Minggu (11/2).

Dalam sambutannya, Muqowwam menjelaskan, perilaku sebagian masyarakat yang cenderung radikal dengan mengatasnamakan agama dan menyerang umat beragama lain yang sedang beribadah merupakan perbuatan keji dan sangat membahayakan bagi hak azasi umat beragama dalam menjalankan ibadah.

Politisi yang juga Anggota DPD RI ini menambahkan, saat ini banyak perilaku generasi muda yang cukup memprihatinkan seperti lunturnya rasa hormat terhadap orang yang lebih tua. Ada siswa yang tidak terima ditegur gurunya dan menghajar guru tersebut sampai tewas. Ada lagi siswa SMP di Cilacap yang ditilang polisi karena tidak memiliki surat surat. Bukannya minta maaf malah mengumpat dengan kata kata kotor kepada polisi.

“Ini menunjukkan rasa nasionalisme di kalangan generasi muda kita mulai terkikis,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, tambah Muqowam, generasi muda harus memahami secara utuh betapa berat perjuangan pendahulu kita dalam merumuskan dan memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Inilah perlunya memahami secara utuh Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.

Selain itu, tambah Muqowam, perlu diintensifkan pendidikan karakter dalam sekolah sekolah formal dan di lingkungan keluarga. Mulai dari usia dini sampai perguruan tinggi agar siswa dan pemuda tumbuh menjadi pribadi yang santun, bisa menghargai orang lain agar persatuan dan kesatuan bangsa lebih kuat di masa yang akan datang.

(NK)