Home Lintas Jateng Peringati May Day, Ribuan Buruh Di Kendal Goyang Bareng Artis Lokal

Peringati May Day, Ribuan Buruh Di Kendal Goyang Bareng Artis Lokal

 

Bupati Widya Kandi Susanti diserbu ribuan buruh yang kebanyakan kaum wanita untuk dimintai tanda tangan di baju, tas dan topi mereka, dalam peringatan hari buruh sedunia di Stadion Kendal, Jumat (1/5).
Bupati Widya Kandi Susanti diserbu ribuan buruh yang kebanyakan kaum wanita untuk dimintai tanda tangan di baju, tas dan topi mereka, dalam peringatan hari buruh sedunia di Stadion Kendal, Jumat (1/5).

Kendal, 1/5 (BeritaJateng.net) – Peringati hari buruh sedunia yang jatuh tanggal 1 Mei atau biasa disebut dengan MayDay, Ribuan buruh di Kendal tumpah di halaman Stadion Utama Kendal yang berada di Kelurahan Kebondalem Kecamatan Kendal Kota, Jumat (1/5).

Puncak peringatan hari buruh, oleh mereka justru digunakan untuk berjoget bersama dengan artis-artis lokal yang tergabung dalam Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kabupaten Kendal, diantaranya Fani KDI dan Diyar KDI serta artis lokal lainnya.

Setidaknya lima ribu buruh yang datang dari arah barat dan timur Kendal bersama-sama menuju ke stadion Kendal dengan menggunakan sepeda motor secara berkelompok. Tak ada orasi dan bentuk unjuk rasa apapun saat perjalanan menuju ke pusat digelarnya acara tersebut.

Handayani (24) salah seorang buruh dari sebuah PT di Kendal setempat mengatakan, peringatan hari buruh sedunia ini mengharap kepada pemerintah agar memperhatikan warga yang kebanyakan menjadi kaum buruh untuk diberlakukan adil tanpa ada kekerasan terhadap apapun.

“Buruh bukanlah seorang pengkhianat ataupun musuh negara. Justru dengan adanya kaum buruh, masyarakat dapat bekerja serta memperbaiki ekonomi kehidupan,” katanya.

Ketua panitia pelaksana peringatan hari buruh, Sugeng Setia mengatakan, jika di kabupaten Kendal sendiri, banyak perusahaan maupun CV yang menyalurkan para pekerja untuk menjadi tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di luar negeri. Secara otomatis, keberadaan para TKW yang bekerja di luar negeri juga memberikan kontribusi terhadap daerah maupun negara.

“Banyak contoh kasus kekerasan terjadi terhadap para kaum buruh lokal maupun luar negeri. Mereka tidak hanya mendapat perlakukan kasar dari majikan, mulai dari fisik hingga berujung ke kematian yang terkadang tidak wajar,” ungkapnya.

Lanjutnya, dengan peringatan hari buruh sedunia ini setidaknya pemerintah benar-benar memperhatikan keberadaan kaum buruh. Yang mana, kaum buruh termasuk sebagai pahlawan daerah yang ikut menggerakkan roda kemajuan daerah.

“Saya berharap agar pemerintah tetap menjadikan kaum buruh adalah pekerja keras yang mampu memberikan perkembangan dan kemajuan sebuah daerah, sehingga harus mendapatkan pendapatan serta penghidupan yang layak juga hak-hak para buruh agar diperhatikan,” pintanya.

Bupati Widya Kandi Susanti menanggapi hal itu membenarkan jika Kabupaten Kendal warganya banyak yang bekerja menjadi para TKW di luar negeri. Sehubungan dengan hal itu, di Kendal memang belum mampu menampung bagi warga yang akan bekerja.

“Salah satunya dimunginkan dengan adanya Kawasan Industri Kendal yang baru dibangun diharapkan akan mampu menampung warga untuk bekerja, sehingga mereka tidak perlu lagi bekerja di luar daerah. Mohon doa dan dukungannya saja agar pembangunan KIK cepat selasai,” terang Widya.

Dikatakan, kalau di Kendal upah minimum kerja (UMK) pada tahun 2014 lalu masih dibawah jauh lebih sedikit dibandingkan di wilayah perkotaan yakni sebesar Rp 1.206 juta perbulan. Tapi di tahun 2015 ini, setelah pemerintah melakukan pembahasan dan mengusulkan ke tingkat Gubernur Jateng sudah ada peningkatan yakni menjadi sebesar Rp 1.383 juta perbulan.

“Sebelumnya usulan itu, sempat ada perselisihan antara asosiasi perusahaan daerah dengan  para serikat pekerja. Perselisihan besaran terjadi karena adanya perbedaan besaran Kebutuhan Hidup Layak (KHL),” tandasnya. (BJ19)