Home News Update Peringati Hari Kartini, Siswa TK Berpakaian Denok-Kenang

Peringati Hari Kartini, Siswa TK Berpakaian Denok-Kenang

1195

Semarang, 23/4 (BeritaJateng.net) – Berdandan ala Denok dan Kenang, sebanyak 119 siswa KB TK Siti Sulaechah 04 Semarang menampilkan tembang-tembang Jawa seperti tembang Gundul-Gundul Pacul, Suwe Ora Jamu, dll di ruang tengah sekolah tersebut, Sabtu (23/4) siang.

Ketua Pelaksana Acara, Warsini., S.Sos menjelaskan bahwa kegiatan ini untuk menanamkan rasa cinta pada budaya Semarangan.

Dengan memakai pakaian adat khusus daerah Semarang, para siswa dari TK A, TK B dan Play Group menampilkan kreativitas yang dimiliki. Meskipun Hari Kartini sudah diperingati pada 21 April 2016 kemarin dengan menggelar upacara kecil. Dikatakan Miss Warsi untuk hari ini merupakan perayaannya sekaligus dalam rangka Milad ke X KB, TK Siti Sulaechah 04.

“Perayaan Hari Kartini biasa dikenal dengan pembiasan Gender. Oleh sebab itu, kita disini khususnya anak-anak harus bisa lebih maju dan memiliki kreativitas yang tinggi,” ujar Miss Warsi.

Warsi juga menjelaskan jika pada lomba kali ini akan dipilih penampilan terbaik dari para siswa yang nantinya juga akan ada juara 1, 2, 3 per tingkat pada tiap kelas.

Menurutnya, perayaan Hari Kartini dapat memberikan wawasan kepada siswa tentang sejarah Kota Semarang, budaya Semarang serta peninggalan-peninggalannya.

“Anak-anak sangat senang dalam mempersiapkan acara ini. Bahkan untuk mengikuti acara ada yang pada malam harinya tidak bisa tidur,” imbuh Miss Warsi.

Pihaknya berharap anak-anak bisa lebih mencintai budaya Indonesia, khususnya budaya Semarang karena merupakan tempat tinggal mereka. Selain itu juga lebih meningkatkan kepercayaan diri pada anak-anak yang ternyata mereka bisa tampil secara kreatif.

Sementara itu dari pihak wali murid, seperti Mama Ghanim (siswa TK B) dan Quinsha (siswa TK A) sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kedua anaknya, Ghanim dan Quinsha jadi bisa bangun pagi untuk make up dan persiapan lainnya.

Sebagai orang tua, pihaknya mengaku kegiatan ini juga sebagai pembelajaran anak PAUD untuk mengetahui perjuangan ibu Kartini.

“Karena derajat perempuan sama dengan derajat laki-laki agar anak-anak bisa lebih memahami,” papar Mama Ghanim dan Quinsha. (BJT01)

Advertisements