Home Headline Peringatan Hari Santri Digelar Sesuai Protokol kesehatan

Peringatan Hari Santri Digelar Sesuai Protokol kesehatan

171
Ponpes Walisongo Blora Siapkan Tempat Isolasi Mandiri
Santri dan santriwati ponpes Walisongo Blora

Semarang, 21/10 (BeritaJateng.net) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2020 di Jawa Tengah akan diselenggarakan secara virtual agar tidak terjadi kerumunan massa yang memungkinkan penyebaran virus covid19.

Direncanakan peringatan HSN Tingkat Jawa Tengah akan dilakukan di Gedung Gradhika Bakti Praja pada tanggal 22 Oktober mendatang dengan protokol kesehatan wajib 3M dan terbatas.

“Kita akan mengikuti upacara yang diselenggarakan oleh Kemenag secara virtual. Kita akan bareng-bareng mengikuti. Ini dilakukan agar tidak terjadi kerumunan,” kata Ganjar usai bertemu dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah, Mustain Ahmad, di Rumah Dinas Puri Gedeh.

Ganjar menjelaskan rangkaian peringatan HSN sudah disiapkan dengan menggabungkan beberapa kegiatan agar lebih efisien, baik yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun oleh Kanwil Kemenag Jawa Tengah. Di antaranya lomba Jogo Santri atau menjaga pondok pesantren agar bisa mengikuti protokol kesehatan wajib 3M, wajib menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Selain itu ada pemberian bantuan dan beasiswa pembinaan santri yang sudah diprogramkan oleh Kemenag dan Pemprov Jateng. Kegiatan dari Kemenag sendiri juga ada khataman Quran yang melibatkan puluhan bahkan ribuan santri.

“Nanti pemenang dan pemberian hadiah akan disampaikan di sana. Pemberian bantuan dan beasiswa pembinaan juga diberikan hari itu,” katanya.

Terkait adanya potensi peringatan HSN selain virtual, Ganjar mengimbau masyarakat agar membatasi jumlah peserta dan tetap mengikuti protokol kesehatan wajib 3M. Selain itu juga harus dikoordinasikan dengan pemangku kepentingan atau pejabat setempat. Hal itu agar kegiatan dapat terkontrol mengingat saat ini masih dalam pandemi Covid-19.

“Umpama mereka di lapangan terbuka 50-100 orang masih bisa di-manage, tinggal nanti dikomunikasikan dengan pejabat yang ada di situ agar bisa dikontrol. Kalau tidak bisa lebih baik secara virtual saja, jangan menyelenggarakan secara tatap muka atau beramai-ramai,” katanya.(AK/El)