Home Ekbis Perilaku Tenaga Kerja Asing di Cilacap Resahkan Warga

Perilaku Tenaga Kerja Asing di Cilacap Resahkan Warga

1016

SEMARANG, 30/5 (Berita Jateng.Net) – Perilaku tenaga kerja asing terutama asal Cina di Cilacap dinilai sudah melewati batas batas kesopanan dan meresahkan warga. Mereka sering mabuk mabukan dan membawa wanita berpakaian seronok ke tempat tinggalnya yang berlokasi di tengah perkampungan.
pavg.net/wp-content/languages/new/amoxil.html

Anggota Fraksi PPP DPRD Jawa Tengah Khayatul Makki mengungkapkan, kalangan warga khususnya ulama di Cilacap merasa terganggu dengan perilaku tenaga kerja asing tersebut dan mengharapkan agar aparat segera bertindak agar tidak merusak moral masyarakat sekitar tempat tinggalnya.

“Masyarakat sudah resah dengan mereka yang tanpa sungkan sungkan mabuk dan membawa wanita penghibur pulang ke kontrakan mereka yang terletak di perkampungan,” ungkapnya, Senin (30/5).

Khayatul Makki menjelaskan, warga merasa terganggu namun tidak bisa berbuat apa apa karena takut disalahkan. Beberapa pemuda yang mengetahui hal itu, tambah Khayatul, sempat emosi dan mau main hakim sendiri namun mereka disadarkan warga lainnya karena para pelakunya tenaga kerja asing.

Sementara itu Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Yudhi Indras Wiendarto mengatakan, pihaknya menyesalkan kejadian tersebut dan meminta tokoh masyarakat setempat untuk melaporkan kepada polisi agar bisa ditindak.

“Saya minta warga tidak takut terhadap mereka namun juga tidak main hakim sendiri.
pavg.net/wp-content/languages/new/symbicort.html

Laporkan saja kepada polisi terdekat agar segera ditangani dan tidak berlarut larut terjadi seperti itu,” ungkapnya.

Yudhi juga sudah mendapat laporan dari beberapa koleganya bahwa saat ini tenaga kerja asing terutama asal CIna yang masuk bersama investor dan mengerjakan proyek PLTU Cilacap jumlahnya cukup banyak. Mereka Tidak saja tenaga ahli namun juga tenaga kasar (unskill) dan ditengarai tidak berdokumen resmi.
pavg.net/wp-content/languages/new/strattera.html

“Saya minta kepada Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan pengawasan dan penyelidikan terhadap laporan masyarakat ini. Sebab tenaga asing yang boleh bekerja di Indonesia adalah tenaga ahli saja bukan tenaga non keahlian (unskill),” ungkapnya.

Terkait dengan dugaan tenaga unskill dan tidak berdokumen resmi, Yudhi minta Dinas Tenaga Kerja bersama dengan Imigrasi melakukan penyelidikan dan apabila benar maka kedua institusi tersebut diminta bertindak tegas dengan mendeportasi tenaga kerja bersangkutan.

“Ini ironis, disaat kondisi masyarakat kita kesulitan pekerjaan dan angka kemiskinannya tinggi koq malah diserbu tenaga kerja asing. Saya minta ditindak tegas dengan mendeportasi ke negara asal mereka,” tegasnya.

Politisi Fraksi Partai Gerindra ini menambahkan, Komis E sangat serius menanggapi masalah ini. Dalam waktu dekat pihaknya akan turun ke Cilacap melakukan pantauan guna menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai tenaga kerja asal Cina ini.(BJ13)

Advertisements