Home News Update Perhumas: Humas Perlu Bersiap Hadapi MEA 2015

Perhumas: Humas Perlu Bersiap Hadapi MEA 2015

Semarang, 21/11 (BeritaJateng.Net) – Sumber daya manusia kehumasan perlu bersiap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, kata Ketua BPC Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia Semarang Eriati Rianto.

“Dengan diberlakukannya MEA pada tahun depan, pasar tenaga kerja akan terbuka bagi seluruh negara ASEAN. Humas juga perlu bersiap diri,” katanya di Semarang, Jumat (21/11).

Hal tersebut diungkapkan usai dialog bertajuk “Persiapan Humas Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015” yang diprakarsai Perhumas BPC Semarang dan Himpunan Mahasiswa Prodi Humas Undip Semarang.

Sebagai salah satu bentuk kesiapan dalam menghadapi MEA, kata dia, SDM kehumasan perlu memperkuat kompetensinya di bidang yang digelutinya yang dibuktikan dengan sertifikat proresi yang dimiliki.

“Berbagai upaya terus dilakukan untuk menghadapi serbuan tenaga kerja asing ke Indonesia saat dibukanya pasar bebas ASEAN pada 2015 sebab persaingan yang terjadi kian kompetitif,” katanya.

Kompetensi, kata dia, merupakan aspek terpenting yang harus terus diperkuat dalam menghadapi iklim persaingan yang kian ketat, termasuk masuknya SDM kehumasan dari negara-negara ASEAN ke Indonesia.

Oleh karena itu, BPP Perhumas dan BPC Perhumas Semarang terus menjalankan program-program penguatan SDM kehumasan dengan pembekalan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang tenaga humas.

Pada kesempatan itu, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk dukungan BPP Perhumas dan BPC Perhumas Semarang dalam membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kehumasan.

Sertifikasi kompetensi profesi bidang kehumasan, kata dia, merupakan bagian dari upaya untuk menjaga kepercayaan pasar karena SDM kehumasan memiliki kualifikasi yang dibuktikan secara administratif.

“Seperti halnya dengan bidang-bidang profesi yang lain. Tanpa sertifikasi, akan sulit bagi tenaga kerja bidang kehumasan untuk bisa ‘go-international’. Makanya, sertifikasi itu penting,” tegas Eriati. (ant/pri)