Home Hiburan Perhatian Pemerintah Pada Pengembangan Kepariwisataan Dinilai Kurang

Perhatian Pemerintah Pada Pengembangan Kepariwisataan Dinilai Kurang

SEMARANG, 5/8 (BeritaJateng.Net) – Pemerintah Provinsi Jateng diminta membantu masyarakat yang telah berinisiatif mengembangkan obyek wisata secara mandiri. Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jateng, Didiek Hardiana, menyebut banyak kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang hingga kini belum didukung pemerintah.

Ia mencontohkan adanya obyek wisata di Gunung Sikunir di Kabupaten Wonosobo, yang saat ini sedang digemari para anak muda untuk berfoto selfie, namun akses jalan menuju lokasi wisata belum ada dukungan dari pemerintah. Baik Kabupaten setempat maupun Provinsi.

“Sampai sekarang belum ada campur tangan dari pemerintah. Padahal potensi wisata Gunung Sikunir ini sangat besar untuk mendatangkan wisatawan lokal dan mancanegara,” katanya.

Dari pengamatannya, untuk menuju puncak Sikunir harus melalui jalan setapak yang sekelilingnya berupa jurang curam. Di sekelilingnya hanya dipasang pengaman berupa pegangan tangan yang terbuat dari ranting kayu atau bambu.

Harusnya, katanya, pemerintah berperan aktif. Terlebih masyarakat setempat sudah berinisiatif membuat sarana pendukungnya semisal adanya homestay, menata kawasan parkir, serta menyediakan persewaan tenda dan tempat pendirian tenda. Namun penataannya masih semrawut.

Padahal, lanjutnya, gunung Sikunir yang ada di kawasan dataran tinggi Dieng merupakan destinasi unggulan selain Candi Borobudur, Candi Prambanan, Sangiran dan Karimunjawa.

“Harusnya Pemkab setempat dan Pemprov Jateng hadir dan menata seluruh fasilitas yang memadai agar wisatawan nyaman dan aman. Jangan sampai setelah terjadi kecelakaan baru dilakukan evaluasi dan saling menyalahkan,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jateng, Prasetyo Aribowo mengatakan, Pemprov memang terus menggencarkan adanya desa wisata. Hingga Maret 2016 sudah ada 228 Desa Wisata yang dibentuk dan tersebar di 26 Kabupaten dan Kota. Dari jumlah tersebut baru sekira 30 desa wisata yang layak dan siap dipromosikan secara masal.

“Kebanyakan ada di sekitar Candi Borobudur, Dieng, dan Pekalongan, mereka bahkan sudah ada paket wisata. Dan memang belum semua Kabupaten dan Kota punya desa wisata, maka terus kita dorong,” katanya.

Ia mengatakan, dari sejumlah desa wisata yang belum siap tersebut pihaknya melakukan pendampingan berupa pembentukan podarwis. Kemudian memberikan pendampingan untuk pengelolaan dan promosi.

“Jadi pembinaan dan fasilitasi yang kita lakukan sifatnya masih ke hal-hal yang lunak, lebih banyak ke bimbingan teknis pengelolaan,” katanya.

Prasetyo mengungkapkan, desa wisata di bawah bimbingan Disbudpar Jateng adalah pengembangan obyek yang sudah ada.dan mulai tahun depan, yang sudah layak jual akan diusulkan ada dana stimulant.

“Tapi kita juga sedang data akses jalan menuju lokasi obyeknya,” katanya. (BJ13)