Home Nasional Perdana Menteri Belanda Bakal Napak Tilas di Kota Lama Semarang

Perdana Menteri Belanda Bakal Napak Tilas di Kota Lama Semarang

Salah satu pengendara sepeda ontel melintas didepan Gereja Blenduk Kota Lama Semarang

Semarang, 5/11 (BeritaJateng.net) – Perdana Menteri Belanda direncanakan bakal ‘napak tilas’ di kawasan Kota Lama Semarang dalam waktu dekat. Pimpinan negara yang pernah menguasai Indonesia–konon tak kurang dari 350 tahun itu bakal meninjau jejak ‘Little Netherland’ di Kota Semarang tersebut.

Belum diketahui apa agenda perdana menteri tersebut secara pasti di Kota Semarang. Namun yang jelas, kunjungan tersebut bertujuan untuk menjalin dan mempererat sebagai negara sahabat. Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu membenarkan rencana kunjungan Perdana Menteri Belanda tersebut.

“Akan ada kunjungan Perdana Menteri Belanda. Direncanakan akan meninjau meninjau Kota Lama pada 22 November 2016 mendatang,” kata Ita sapaan akrab Hevearita, Jumat (4/11).

Tentunya, Ita mengaku akan menyambutnya dengan senang hati. Pihaknya juga akan menggelar gerakan Karya Bakti Massal Resik-Resik Kota Lama Semarang pada 13 November mendatang. Sekurang-kurangnya 1.000 orang akan dilibatkan dalam kegiatan ini. Ditanya apakah kegiatan resik-resik yang melibatkan 1.000 orang ini dalam rangka menyambut kedatangan Perdana Menteri Belanda? Ita menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak ada kaitannya dengan kedatangan Perdana Menteri Belanda. “Kebetulan saja ada kunjungan Perdana Menteri Belanda. Kegiatan bersih-bersih tidak ada kaitannya dengan itu,” katanya.

Mengenai apa agenda Perdana Menteri Belanda tersebut? Ita mengaku tidak mengetahui apa agendanya secara rinci.

Sebab, kunjungan tersebut diterima langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. “Mungkin akan melihat bangunan tua dan polder tawang.  Mungkin akan ada kerjasama, tapi kerjasama seperti apa, yang tahu provinsi,” katanya.

Pihaknya hanya fokus untuk menindaklanjuti program revitalisasi Kota Lama, termasuk kegiatan bersih-bersih yang melibatkan 1.000 orang tersebut. Berbagai elemen terlibat dalam kegiatan ini. Di antaranya Kodim, Polrestabes, Lanal, SKPD, bhayangkari, penggerak PKK, pramuka, komunitas-komunitas. “Termasuk pejabat-pejabat penting akan turut dalam kegiatan ini. Gubernur, Kapolda Pangdam, Kapolrestabes, Kajati, dan masyarakat umum,” katanya.

Setiap sudut di Kota Lama akan dibersihkan secara gotong royong. Mulai, selokan, rumput, sampah, hingga pengecatan dan penanaman pohon. Di antaranya di Jalan Soeprapti, Jalan Cenderawasih, Jalan Nuri, Jalan Branjangan, Mberok, Taman Garuda dan lainnya. “Karya Bakti massal ini sebagai upaya dalam mengembalikan lagi Kota Lama agar bersih dan cantik,” katanya.

Selain itu, pemilik-pemilik bangunan tua yang sudah diketahui juga sudah dikumpulkan untuk dilakukan koordinasi.

“Pemilik bangunan sudah kami kumpulkan. Ini untuk memermudah koordinasi perawatan gedung. Termasuk pengecetan dan pembersihan tembok,” katanya.

Sekaligus, kegiatan tersebut juga menggerakkan kepedulian masyarakat. Penghuni liar dan PKL liar yang seringkali bandel untuk kembali ke Kota Lama bisa mengerti sendiri agar tidak berjualan di wilayah terlarang. “Ke depan akan ditempatkan Satpol PP dan Polisi Pariwisata untuk berpatroli di Kota Lama,” katanya. (Bj)

Advertisements