Home Lintas Jateng Percepat Infrasturtur Kelistrikan, Ganjar Akan Bebaskan Lahan Paralel

Percepat Infrasturtur Kelistrikan, Ganjar Akan Bebaskan Lahan Paralel

Semarang, 27/8 (BeritaJateng.net) – Rencana pembangunan jaringan transmisi 500 KV dari Jepara hingga Tambun, Bekasi masih terkendala pembebasan lahan. Untuk mempercepat proses pembebasan lahan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berencana menggunakan sistem paralel dengan membentuk tim-tim di setiap kabupaten yang dilewati jaringan transmisi tersebut.

“Kita buat paralel saja. Kita bermitra. Kalau nanti kita saling kurang sedikit-sedikit, kita bisa saling menggenapi. Saya prioritaskan yang tol sama yang ini (jaringan listrik). Kalau kemarin lambat kita percepat, kalau perlu BPN kita ajak,” katanya saat menerima Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Tengah PLN Nasri Sebayang dan Direksi PT PLN Distribusi Jateng dan DIY di ruang kerjanya.

Ganjar mengatakan, infrastruktur kelistrikan memang menjadi prioritas seperti halnya infrastruktur jalan karena diprediksi pada tahun depan Jawa Tengah akan mengalami krisis listrik. Sehingga, perlu adanya dorongan pembangunan jaringan-jaringan listrik baru untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan listrik.

PLN diminta Ganjar untuk segera memberikan dokumen pembangunan jaringan listrik di setiap kabupaten yang dilewati, agar penetapan lokasi jaringan tersebut segera dapat direalisasikan. Dia juga meminta memrioritaskan pembangunan jaringan yang dapat diselesaikan selama periode dua tahun.

“Strateginya gini, kalau dihitung menyelesaikannya butuh waktu 3 tahun, namun izin 2 tahun. Maka mana yang kira-kira periode dua tahun ini bisa kita dahulukan. Kalau bisa selesai semua, kita dahulukan semua,” ujarnya.

Direktur Regional Jawa Bagian Tengah PLN Nasri Sebayang menjelaskan, proyek jaringan transmisi 500 KV di jalur utara akan melewati delapan kabupaten yang terdiri dari 48 kecamatan dan 140 desa dengan jumlah jaringan mencapai 597 tower. Jaringan listrik tersebut akan membawa daya yang cukup besar, mencapai 6.000 MW. Diharapkan proses pembebasan lahan dapat dilakukan pada September tahun ini, agar pada Desember nanti proses pembebasan lahan dapat selesai sekitar 70 persen.

Untuk 500 KV jalur utara, imbuhnya, akan melalui delapan kabupaten di Jateng, yang terdiri atas 140 desa atau 48 kecamatan.  Dijadwalkan, pembebasan tanah di wilayah tersebut dilakukan pada Agustus ini.  Namun, ternyata belum bisa terealisasi.

“Nah untuk proses pembebasan lahan kita perlukan tahapan penetapan lokasi. Kalau bisa kita bebaskan di September-Desember diharapkan bisa selesai sekitar 70 persen tanah bebas untuk 1.050 tower yang akan kita bangun. Harapan kita dari jadwal ini diharapkan dari Pak Gub timelock-nya September ini,” jelasnya.

Nasri menambahkan, jaringan 500 KV sekarang dalam proses pembangunan yang ditargetkan selesai pada 2019. Jaringan tersebut melintas dari Jepara sampai Tambun Bekasi sepanjang hampir 600 km. (Bj)