Home Ekbis Perbaikan Irigasi Dukung Swasembada Pangan

Perbaikan Irigasi Dukung Swasembada Pangan

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Purbalingga, 23/1 (BeritaJateng.net) – Perbaikan jaringan irigasi di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, akan mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dintanbunhut) Kabupaten Purbalingga, Zaenal Abidin, Jumat mengatakan, dengan adanya perbaikan jaringan irigasi, dalam tiga tahun ke depan diharapkan mendukung upaya agar Indonesia tidak lagi mengimpor beras dari Vietnam.

Oleh karena itu, katanya di Purbalingga, sejumlah jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT) setempat akan diperbaiki dengan anggaran sekitar Rp3,2 miliar yang berasal dari pemerintah pusat.

Menurut Zaenal, dana perbaikan jaringan irigasi yang mengairi lahan seluas 3.200 hektare itu akan dikelola secara swakelola oleh perkumpulan petani pemakai air (P3A).

“Pencanangan gerakan perbaikan irigasi ini merupakan kerja sama antara TNI khususnya Angkatan Darat dan Kementerian Pertanian,” katanya.

Lebih lanjut, Zaenal mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Purbalingga juga akan mengoptimalkan lahan pertanian seluas 2.000 hektare serta optimalisasi tanaman jagung hibrida seluas 3.000 hektare, penangkaran benih kedelai seluas 1 hektare, dan penanaman padi gogo 300 hektare.

“Guna mendukung itu semua, kami juga akan membantu 63 unit traktor roda dua, 26 unit pompa air, tiga unit traktor roda empat, 12 unit ‘rice transplanter’ (mesin penanam padi), enam unit ‘corn sheller’ (mesin perontok jagung), enam unit ‘vertical dryer’ (mesin pengering), dan 12 unit ‘combine harvester’ (mesin pemanen) jagung,” katanya.

Sementara itu, Komandan Komando Distrik Militer 0702/Purbalingga Letnan Kolonel Infanteri Agustinus Sinaga mengatakan bahwa kerja sama di bidang pertanian tersebut merupakan salah satu tugas TNI dalam rangka menjaga ketahanan pangan.

“Kerja sama ini bukan hanya untuk jangka pendek namun juga jangka panjang,” katanya.

Menurut dia, TNI sebagai bagian dari rakyat merasa perlu untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh petani.

Oleh karena itu, kata dia, TNI menerjunkan bintara pembina desa (Babinsa) yang akan menjadi pembimbing masyarakat dan P3A.

“Target swasembada pangan dalam tiga tahun ke depan tidak boleh gagal. Alih fungsi lahan juga harus dikurangi agar swasembada pangan bisa tercapai,” katanya.

Menurut dia, bangsa Indonnesia jangan sampai disuapi oleh bangsa lain karena impor pangan.

Dia mengatakan bahwa berbagai permasalahan terkait ketersediaan pupuk, bibit, dan obat-obatan bisa diatasi dengan duduk bersama untuk mencari solusi yang tepat. (ant/BJ)

Advertisements