Home Lintas Jateng Perayaan Imlek Di Kota Solo Sajikan  “Perkawinan” Dua Budaya

Perayaan Imlek Di Kota Solo Sajikan  “Perkawinan” Dua Budaya

Ribuan Lampion Semarakkan Perayaan Imlek Di Solo
         SOLO, 7/2 (BeritaJateng.net)  – Perayaan Imlek Tahun Baru Imlek 2569/2018 di Kota Solo kental dengan alkulturasi budaya. Tradisi Imlek selalu diwarnai dengan adanya lampion untuk memeriahkan pergantian tahun baru China. Namun sejalan dengan perkembangan budaya, lampion khas Imlek tidak hanya berbentuk bulat dan berwarna merah.
         Namun lampion Imlek kini berkembang dengan beragam bentuk. Mulai dari lampion berbentuk shio hingga  perpaduan dengan budaya lokal berupa lampion punakawan dan werkudoro (tokoh dalam pewayangan Jawa) juga mulai dipamerkan.
          Ketua Pantia Bersama Tahun Baru Imlek 2569/2018, Sumartono Hadinoto sebut perayaan Imlek di kota Solo kini bukan hanya milik etnis China saja, namun perayaan ini juga sudah melibatkan “perkawinan” dua budaya China dan Jawa.
          “Berjalannya waktu, perayaan Imlek sudah menjadi alkulturasi budaya, menjadi milik semua masyarakat (Solo) yang memiliki beragam suku. Sebab itu kita juga pasang tokoh punakawan, yang menjadi contoh kebersamaan dan jadi panutan yang baik,” jelas Sumartono, Selasa (6/2/2018).
          Sumartono sampaikan, perayaan Imlek setiap tahunnya terus berinovasi. Dan perayaan kali ini tidak menggelar pesta kembang api. Namun pihak panitia akan menampilkan liong Barongsai yang musiknya dikolaborasikan dengan “gebukan” drum dari sekolah musik Gilang Ramadhan.
         “Tanpa kembang api, namun untuk memeriahkan suasana, ada liong barongshai yang menari diiringi drum dari sekolah drum milik Gilang Ramadhan,” lanjutnya.
         Menurutnya tanpa ada pesta kembang api, suasana Imlek akan tetap meriah. Daya tarik utama Imlek (di Solo)  adalah adanya beragam bentuk lampion cantik yang menjadi ajang swa foto.
          “Sekitar lima ribu lampion kecil  ditambah lampion menyambut berbentuk 12 shio ditambah lampion berbentuk tokoh pewayangan Jawa. Punokawan dan  werkudoro,” lanjutnya.
            “Imlek daya tariknya ya lampion. Saat uji coba penyalaan lampu lampion yang kita share (medsos) responnya luar biasa. Mereka mengaku ingin datang dan melihat secara langsung ke kota Solo,” pungkasnya. (DB/El)