Home Headline Perang Lawan Corona, Jateng Masih Kekurangan VTM

Perang Lawan Corona, Jateng Masih Kekurangan VTM

456

SEMARANG – Salah satu test kesehatan untuk mengetahui pasien terpapar Virus Covid-19 adalah dengan melakukan Swab Tenggorokan. Metode ini adalah sarana untuk uji apakah lendir / dahak pasien mengandung Covid-19 atau tidak. Persoalan yang muncul saat ini beberapa rumah sakit di Jateng kesulitan dalam pengadaan Virus Transport Media (VTM).

Kondisi kurangnya VTM ini terungkap dalam Teleconfrence Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten/kota dan direktur rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Tengah.

Ditanya usai mengikuti Teleconference di RSUD Ungaran, Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Bambang Kusriyanto mengungkapkan, beberapa persoalan yang dihadapi jajaran rumah sakit rujukan di Jawa Tengah diantaranya kurangnya Alat Pelindung Diri (APD) berupa pakaian panjang mirip Astronot, Dokter Spesialis Paru dan virus Transport Media (VTM).

“Yang paling menonjol adalah sangat kurangnya VTM, bahkan beberapa rumah sakit seperti RSUD Blora mengaku tidak punya sama sekali,” ungkapnya, Senin (22/3).

Dalam Teleconference tersebut, jelas politisi yang akrab disapa Bambang Krebo ini, Gubernur Ganjar Pranowo bahkan minta jajaran Dinkes dan rumah sakit segera memberikan informasi kalau ada yang mengetahui kontak person produsen VTM.

Guna mengantisipasi melonjaknya pasien Covid-19 Politisi PDI Perjuangan ini minta Gubernur melakukan antisipasi dengan menyiapkan gedung gedung kosong sebagai rumah sakit darurat Covid-19.

“Asrama haji Donohudan misalnya, bisa difungsikan sementara sebagai rumah sakit darurat Corona,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Bambang Krebo menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi para dokter, perawat, bidan dan semua praktisi kesehatan yang telah berjuang di garda terdepan melayani masyarakat melawan Corona.

“Apresiasi dan penghargaan yang tinggi buat para dokter, perawat, bidan dan semua yang terlibat. Saya ikut berdoa semoga teman teman tetap sehat,” bebernya.

Mantan Ketua DPRD kabupaten Semarang ini juga mengharapkan agar jajaran DPRD kabupaten/kota se Jateng longgar dalam kebijakan keuangan khususnya untuk penanganan dampak Corona.

“Pihak pelaksana lapangan saya minta melakukan tindakan tindakan taktis dengan anggaran yang ada, yang penting jangan dikorupai,” tegasnya.

Penyebaran Virus Corona di Jawa Tengah saat ini terus mengalami peningkatan. Sampai berita ini diturunkan, tercatat terdapat 15 pasien positif, 12 masih dirawat intensif dan 3 diantaranya meninggal dunia. Disamping itu 206 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 2.644 orang dalam pantauan (ODP).

(NK)