Home Ekbis Perajin Tahu-Tempe Banyumas Berharap Harga Kedelai Turun

Perajin Tahu-Tempe Banyumas Berharap Harga Kedelai Turun

images(36)

Banyumas, 17/11 (Beritajateng.net) – Perajin tempe dan tahu di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengharapkan harga kedelai impor dapat segera turun agar produksi mereka kembali normal.

“Harga kedelai impor saat ini berkisar Rp8.800-Rp9.000 per kilogram. Padahal sebelumnya, harga kedelai impor hanya Rp8.300 per kilogram,” kata salah seorang perajin tempe, Tri Winarno, di Desa Tambaksari, Kecamatan Kembaran, Banyumas, Senin.

Menurut dia, kenaikan harga kedelai impor itu berdampak pada penurunan produksi tempe karena bahan baku pembuatan tempe dikurangi.

“Biasanya, kedelai yang saya gunakan untuk membuat tempe sebanyak 50 kilogram per hari. Namun sejak terjadi kenaikan harga, saya hanya gunakan 45 kilogram per hari sehingga produksi tempe pun turun,” katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa harga jual tempe tidak mengalami kenaikan.

Dalam hal ini, kata dia, harga tempe yang berbentuk lonjong dan tebal tetap sebesar Rp5.000 per potong, sedangkan harga tempe mendoan (makanan khas Banyumas, red.) Rp1.000 per bungkus.

“Saya memang tiga menggunakan kedelai lokal sebagai bahan dasar pembuatan tempe karena hasilnya tidak bagus. Kami berharap harga kedelai impor dapat segera turun,” katanya.

Sementara itu, salah seorang perajin tahu di Pekuncen, Banyumas, Cipto mengaku telah menaikkan harga jual tahu sebagai dampak kenaikan harga kedelai impor.

Menurut dia, harga jual tahu saat ini sebesar Rp3.000 per bungkus isi lima potong atau mengalami kenaikan Rp500 dari sebelumnya Rp2.500 per bungkus.

“Kalau pemerintah jadi menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak), harga jual tahu akan naik lagi karena biaya transportasinya pasti akan melonjak,” katanya.(ant/pj)