Home News Update Peraih Nilai IPK tertinggi UNS Pernah Berniat Jadi TKW

Peraih Nilai IPK tertinggi UNS Pernah Berniat Jadi TKW

Devi Triasari
Devi Triasari
Devi Triasari



Solo, 22/6 (BeritaJateng.net) – Terlahir di desa kecil di wilayah Jawa Timur, tepatnya di dusun Gereh, Geneng Ngawi, Jawa Timur,  Devi Triasari mahasiswa Fakultas Hukum UNS Solo berhasil meraih IPK tertinggi yakni 33,99 dalam wisuda yang digelar UNS 13 Juni 2015 lalu. 

Mahasiswa bidik misi UNS ini menceritakan kisah perjuangannya hingga mencapai IPK yang nyaris sempurna ini. Tidak mudah jalan yang harus  di laluinya. Banyak kisah pahit yang mengiringi perjuanganya dalam meraih IPK tertinggi. 

Ditemui di Kampus UNS Solo, kepada BeritaJateng.net Devi menceritakan sedikit perjuanganya dalam meraih impian untuk memperbaiki kehidupan keluarganya.

Terlahir dari tiga bersaudara pasangan Suwito dan Karinem, Devi begitu dia bisa dipanggil merupakan putri bungsu. Dua kakaknya sudah berumah tangga dan tinggal terpisah dari orang tuanya. Niat Devi untuk menuntut ilmu gar mampu mengangkat derajat keluarganya.

Ayahnya hanya buruh tani yang tidak memiliki lahan, ibunya seorang pembantu rumah tangga. Ayahnya hanya  lulusan Sekolah Dasar (SD), sedangkan ibunya tidak lulus Sekolah Dasar.   

“Hanya saya yang sekolah sampai SMK, kakak saya hanya bersekolah sampai SD saja,” jelasnya di Solo Jawa Tengah Senin (22/6/2015).

Setelah lulus SMK 2010 lalu, jelas Devi sebenarnya keinginanya untuk melanjutkan pendidikan sangat tinggi. Namun terbentur keuangan dirinya lebih memilih bekerja di Kontraktor sebagai staf administrasi perkantoran sesuai jurusannya sewaktu menuntut ilmu di SMKN 1 Ngawi.

“Bahkan saya juga berniat untuk mendaftar sebagai TKW di Jepang. Namun persyaratannya harus bisa berbahasa Jepang. Padahal untuk kursus bahasa Jepang saya tidak memiliki biaya. Akhirnya keinginan itu surut begitu saja,” jelasnya lebih lanjut. 

Akhirnya disela-sela bekerja sebagai staf administrasi, Devi selalu mencari informasi beasiswa di Universitas Sebelas Maret Solo. Berkat kegigihanya akhirnya Devi bertekat mendaftar melalui bidikmisi di UNS Solo dan berhasil lolos dan mengambil jurusan Fakultas Hukum.

“Saya menyelesaikan kuliah dalam waktu tiga tahun enam bulan. Dengan nilai tiap mata kuliah adalah A dan hanya ada satu nilai B,” jelasnya. 

Setelah di wisuda beberapa waktu lalu Devi berkeinginan untuk bekerja dan juga melanjutkan kembali studinya. Sudah banyak instansi dan juga Universitas lain  yang menawari untuk mendapatkan beasiswa dan juga pekerjaan. Namun sejauh ini Devi masih memikirkan kondisi kedua orang tuanya yang sudah tua dan harus ada yang merawatnya.

Devi menjelaskan kedua orang tuanya sudah tua, bapak dalam keadaan sakit. Kakaknya sudah berkeluarga. Jadi  harus bisa merawat mereka berdua di rumah.  

“Karena berkat doa restu orang tua saya bisa jadi seperti ini,” pungkasnya dengan mata berkaca-kaca.(BJ24)