Home News Update PERADI Gandeng FH Unisbank Selenggarakan Pendidikan Advokat

PERADI Gandeng FH Unisbank Selenggarakan Pendidikan Advokat

Semarang, 22/9 (BeritaJateng.net – Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) menjalin kerjasama dengan Fakultas Hukum (FH) Unisbank Semarang. Penandatanganan kerjasama diselenggarakan di Ruang Seminar FH Unisbank lantai 9, Kampus Unisbank Mugas Semarang (22 September 2016).

Perjanjian kerjasama ditandatangani oleh Dekan Fakultas Hukum Unisbank, Dr.Safik Faozi,SH.M,Hum dan ketua DPC Peradi Semarang, Broto Hastono,SH.MH. ke depannya, kedua lembaga ini akan menyenggarakan pendidikan khusus profesi advokat (PKPA).

Menurut ketua DPC Peradi Semarang, Broto Hastono,SH.MH, PKPA nantinya akan sedikit diubah dan disesuaikan kurikulumnya.

“Dengan begitu diharapkan akan lahir para advokat yang benar-benar menjaga martabat penegakan hukum di Indonesia,” ujarnya.

Seusai penandatanganan kerjasama, juga diselenggarakan diskusi publik dengan mengambil tema Amnesty Pajak, bikin Resah atau bungah dengan narasumber Dosen Fakultas Hukum Unisbank Dr.Tristiana Rijanti,SH.MM, Broto Hastono,SH.MH dan Yurnalis RY,SH,MM.MH Kasi Evaluasi Keberatan, Banding dan pengurangan kanwil Pajak Jawa Tengah.

Dr.Tristiana Rijanti,SH.MM mengatakan, saat ini APBN masih menjadikan pajak sebagai sumber pendapatan utama. Sementara itu, Sumber daya alam belum mampu menyumbangkan secara signifikan terhadap APBN.

“Namun demikian kita harus evaluasi, karena penerimaan pajak selama 10 tahun terakhir ini belum sesuai target yang diharapkan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Yurnalis RY,SH,MM.MH Kasi Evaluasi Keberatan,Banding dan pengurangan kanwil Pajak Jawa Tengah. Menurutnya dengan Amnesty pajak ini dapat meningkatkan ABPN.

“Ini menjadi penting karena dengan pajak akan digunakan berbagai kepentingan pembanguan bangsa. Amnesty dapat dikatakan sebagai rekonsialiasi, masih banyak harta milik pajak yang ditempatkan di luar negeri. Dengan amnesty wajib pajak dapat secara suka rela melaporkan dan membayar uang tebusan, ini sesuai dengan tagline kita, Ungkap, Tebus, Lega,,” ujarnya.

Sedangkan ketua DPC Peradi Semarang Broto Hastono,SH.MH mengharapkan slogan bayar pajaknya dan awasi penggunaannya masih relevan untuk diimplementasikan, hal dikarenakan penyelewengan pajak masih terus terjadi.

“Amnesty pajak masih menjadi hal yang baru bagi masyarakat, apalagi sosialisasi lebih banyak dikantor kantor pemerintah dan kepolisian,” ujarnya. (BJ)

Advertisements