Home Hukum dan Kriminal Penyidik Belum Putuskan Menahan Tersangka Z

Penyidik Belum Putuskan Menahan Tersangka Z

Kombes Pol Rikwanto
Kombes Pol Rikwanto
Kombes Pol Rikwanto

Jakarta, 4/3 (BeritaJateng.net) – Penyidik Bareskrim Polri belum memutuskan apakah akan menahan Z, tersangka baru dalam kasus yang menyeret nama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Bambang Widjojanto.

“Hari ini akan diputuskan, apa tersangka Z akan ditahan atau tidak,” kata Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Rikwanto di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, hingga saat ini, Z yang merupakan kerabat Bupati Kotawaringin Barat Ujang Iskandar itu masih diperiksa penyidik.

Ia ditangkap setelah dua kali mangkir dalam panggilan pemeriksaan Bareskrim setelah statusnya yang ditetapkan sebagai tersangka.

Rikwanto menjelaskan Polri mulai mencari tersangka pada 12 Februari 2015. Kemudian pada 18 Februari, posisi Z terendus di Pangkalan Bun, Kalteng. “Namun setelah diselidiki, tersangka berpindah-pindah terus,” katanya.

Setelah itu, dari informasi masyarakat, diketahui Z berada di Kalimantan Barat. Kemudian, ia bergerak menuju Jepara, Jawa Tengah.

“Setelah penyelidikan yang intensif, penyidik berhasil menangkap Z di Solo pada 2 Maret. Lalu pada 3 Maret, ia dibawa ke Jakarta,” katanya.

Dalam kasus BW, Z berperan mengkoordinir para saksi yang memberikan keterangan palsu dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal ini diamini oleh Kasubdit VI Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Kombes Daniel Bolly Tifaona.

Daniel mengatakan keterlibatan Z sangat kuat dalam persidangan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di MK pada 2010. “Keterlibatannya sangat besar dengan kasus BW,” katanya.

Sebelumnya Polri telah menetapkan BW sebagai tersangka kasus dugaan menyuruh saksi memberikan kesaksian palsu.

Bambang diduga melakukan tindakan itu saat menjadi kuasa hukum perkara sengketa pemilihan Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, pada 2010.

Sengketa Pilkada Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, yang dimaksud melibatkan pasangan Ujang Iskandar-Bambang Purwanto dan Sugianto-Eko Sumarno. (ant/BJ)