Home Headline Penyelidikan Tewasnya Mahasiswa UII, Polisi Temuan Rambut Saat Olah TKP

Penyelidikan Tewasnya Mahasiswa UII, Polisi Temuan Rambut Saat Olah TKP

Kapolres saat olah TKP tewasnya mahasiswa UII di Tlogodringo

KARANGANYAR, 27/1 (BeritaJateng.net) – Proses penyidikan tim gabungan Polres Karanganyar untuk mencari kejelasan atas tragedi meninggalnya tiga mahasiswa UII saat mengikuti pelatihan dasar (Diksar) di Tlogodringo Tawangmangu mulai terlihat.

Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak  yang memimpin langsung tim penyidik gabungan saat lakukan olah TKP berhasil temukan kembali beberapa barang bukti di lokasi kejadian.

Barang bukti baru yang ditemukan, setelah petugas memperluas lokasi menjadi tiga titik. Sebelumnya pemeriksaan hanya difokuskan di lokasi kejadian (watu lumbu) akhirnya periksaan diperluas ke lokasi awal di lapangan Tlogodringo. Dilanjutkan dengan menyusur jalur yang dilalui pesertai sepanjang 400 meter menuju  Watu Lumbu.

“Penyisiran juga dilakukan di lokasi tebing setinggi 30 meter untuk mencari barang bukti tambahan,” papar Ade, Jumat (27/1/2017).

Tim penyidik temukan sekitar 15 barang bukti tambahan diantaranya beberapa batang kayu dan ranting, alat pengait yang diduga dari tas atau alat pemanjat.  Juga ada temuan rambut yang diduga milik salah satu korban yang nantinya akan dilakukan pemeriksaan untuk mengetahuinya.

Sebelumnya di posko Mapala UII tim berhasil menyita 37 berkas surat pernyataan bermaterai 6000 yang ditandatangani peserta saat lakukan pendaftaran. Karenanya  penyidik juga sudah memanggil satu ahli hukum pidana dari UNS untuk meminta keterangan terkait sejauh mana pertanggungjawaban pidana akibat timbulnya surat pernyataan tersebut.

“Selain itu kita akan panggil secara resmi panitia pelaksanaan Diksar untuk diperiksa pada Senin depan (30/1/2017) besuk,” lanjut Ade.

Pemeriksaan juga menunggu hasil hasil otopsi resmi dari RS. Dr. Sardjito Jogjakarta terkait penyebab kematian tiga mahasiswa UII. Meski sebenarnya informasi awal sudah diketahui.

“Namun kita tetap tunggu hasil resmi dari Sardjito sebagai dasar untuk menindaklanjuti pemeriksaan dan mengetahui sebab kematian tiga mahasiswa ,” ujar Ade.

Nantinya, tersangka kasus tersebut akan dikenakan pasal 170 ayat 2 ke 3E KUHP tentang tindak pidana kekerasan secara bersama yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Juga subsider Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan Yang Mengakibatkan Kematian dengan ancaman tujuh tahun penjara. (DB/El)

Advertisements