Home Ekbis Penyaluran Kredit Mitra 25 di Sragen Belum Maksimal

Penyaluran Kredit Mitra 25 di Sragen Belum Maksimal

SRAGEN, 09/02 (Beritajateng.net) – Penyaluran Kredit Mitra Jateng 25 oleh Bank Jateng Cabang Sragen dinilai belum maksimal. Hal tersebut terlihat pada sepanjang tahun 2017 jumlah kredit tersalurkan tercatat sebanyak Rp. 6,5 miliar, sementara plafon kredit yang disediakan sejumlah Rp. 9.5 miliar.

Banyaknya alokasi kredit Mitra Jateng 25 yang tidak tersalurkan tersebut menjadi sorotan Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Tengah dalam kunjungan di Kantor Cabang Bank Jateng Sragen, Jumat (9/2).

“Saya minta Bank Jateng Sragen lebih ekspansif dalam menyalurkan kredit Mitra 25,” ungkap Mustholih.

Menurut Mustholih, masyarakat menengah ke bawah khususnya kalangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) banyak yang membutuhkan suntikan modal untuk mengembangkan usahanya tapi seringkali terkendala agunan.

“Mitra 25 itu bersentuhan langsung dengan ekonomi rakyat, kalau penyalurannya tepat sasaran, manfaatnya akan sangat besar bagi masyarakat,” katanya.

Senada dengan Mustholih, Anggota Komisi C dari Fraksi PDI Perjuangan Maria Tri Mangesti menambahkan, performance kredit Mitra 25 sepanjang tahun 2017 sudah bagus dan rasio kredit macetnya sangat kecil hanya 0,07 persen.

“Ini prestasi yang bagus, oleh karena itu saya minta ekspansi kredit Mitra 25 ini diperluas agar UMKM kita bisa lebih maju,” bebernya.

Berdasarkan pantauan Komisi C, lanjut Maria, Kredit Mitra 25 memiliki resiko yang sangat besar dimana tidak menggunakan agunan sehingga siapa saja kalangan UMKM bisa mengajukan kredit ini.

“Banyak kredit macet dari sektor ini. Oleh karena itu analisnya harus benar benar cermat dan bekerja dengan sungguh sungguh. Debitur harus benar benar bankable,” jelasnya.

Sementara itu Sekretaris Komisi C Tetty Indarti mengatakan, Bank Jateng memiliki potensi pasar yang sangat bagus. Kondisi ini harus dipelihara dengan baik agar berkembang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Salah satu upayanya adalah dengan memberikan layanan yang maksimal kepada nasabah.

“Berkali kali saya sampaikan bahwa teknologi layanan nasabah di Bank Jateng ketinggalan dibanding dengan bank lain, ini harus segera dibenahi,” pintanya.

Teknologi layanan nasabah yang dimaksud politisi Partai Demokrat ini adalah Internet Banking dan SMS banking. Kebutuhan nasabah akan adanya internet banking sudah sangat mendesak. Oleh karena itu Bank Jateng harus segera menyediakan layanan mobile banking

“Layanan ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat karena saat ini teknologi smartphone sudah sangat maju, Transaksi perbankan saat ini banyak yang diakses melalui smarthphone,” jelasnya.

Kalau Bank Jateng tidak cepat merespon keinginan masyarakat (nasabah) ini, Tetty kawatir Bank Jateng akan ditinggalkan nasabah nasabah potensialnya.

(NK)