Home Headline Penutupan Pasar Ngabul Lama Berlangsung Ricuh

Penutupan Pasar Ngabul Lama Berlangsung Ricuh

Petugas Satpol PP Kabupaten Jepara saling dorong dengan Pedagang Pasar Ngabul Lama, Kabupaten Jepara, saat hendak di Eksekusi, Senin (5/1) Sore. Foto/Bj18

Jepara,05/01(Beritajateng.net) – Esksekusi Pasar Ngabul Lama, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Senin sore diwarnai kericuhan. Para pedagang yang menolak proses eksekusi terlibat aksi saling dorong dengan aparat satuan pamong praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara.

Aksi saling dorong antara pedagang pasar ngabul lama dengan petugas Satpol PP terjadi saat proses eksekusi penutupan akan berlangsung. Para pedagang yang sebagian besar Ibu-ibu , berusaha menghalang-halangi petugas satpol PP.

Tidak hanya itu, para pedagang juga menggedor-gedor dan mengusir truk yang membawa papan untuk menutup pasar. Isak tangis dan teriakan protes dari pedagang turut mewarnai proses eksekusi ini.

Pedagang menolak penutupan pasar, karena enggan direlokasi ke Pasar Ngabul Baru. Pedagang keberatan untuk pindah, lantaran harus membeli kios atau lapak yang baru. Sementara, kios di pasar lama tidak mendapat ganti rugi sama sekali.

“Saya ini sudah dua puluh tahun lebih berdagang di Pasar Ngabul Lama. Jika ingin merelokasi ke pasar baru, seharusnya ada ganti rugi kios yang lama,” ujar Sugiarto salah satu pedagang.

Keberatan lain dari para pedagang untuk pindah, karena di Pasar Baru pedagang harus kembali membeli.

“Harga kios yang saya tempati sekarang seharga seratus juta dan ini belum lunas. Di pasar baru, saya harus beli lagi dengan harga tiga puluh delapan juta, inikan berat,” imbuh Sugiarto dengan kesalnya.

Menurut Kepala Satapol PP Jepara, Trisno Santoso, eksekusi pasar ngabul dilakukan, menyusul surat keputusan dari Bupati Jepara. Pasar ngabul ditutup dengan alasan sudah tidak layak digunakan untuk berdagang. Selain kumuh, lapak dan kios di tengah pasar sangat sempit.

“Pasar Ngabul Lama sudah tidak layak untuk berdagang. Kami lihat kondisi lingkungannya kumuh, kiosnya sempit dan terlalu padat,” kata Trisno Santoso.

Dengan penutupan pasar ngabul lama, para pedagang bisa pindah ke Pasar Ngabul Baru. Selain pasarnya luas, Pasar Ngabul Baru memiliki fasilitas yang memadai, seperti tempat ibadah dan WC umum.

“Kami mewakili Pemkab Jepara, menghimbau kepada para pedagang untuk bersedia pindah ke pasar baru. Semua ini demi keyamanan para pedagang sendiri,” tambah Trisno.

Setelah melalui debat yang alot, para pedagang akhirnya hanya bisa pasrah, sedhingga pasar ditutup. Meski ditutup, pedagang enggan untuk pindah ke Pasar Ngabul Baru.(BJ-18)