Home Ekbis Penurunan Omzet Hotel Mulai Terasa

Penurunan Omzet Hotel Mulai Terasa

image
Ilustrasi

Kendal, 3/12 (Beritajateng.net) – Kebijakan pemerintah yang melarang rapat Pegawai Negeri Sipil (PNS) di hotel membuat pengelola hotel dan restoran di Kabupaten Kendal mengeluh. Larangan tersebut dituding sebagai penyebab menurunnya penghasilan hotel dan restoran di Kabupaten yang berjuluk Kota Beribadat ini.

Humas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kendal, Sri Sarwo Utomo, mengatakan jika kebijakan tersebut tidak segera dicabut akan membuat hotel dan restoran mati suri. Namun, hingga saat ini pihaknya mengaku belum dapat menyikapi kebijakan yang melarang PNS melakukan rapat dan kegiatan lainnya di hotel dan restoran.

Tetapi secara pribadi sebagai pengelola hotel dan restoran Tirto Arum Kendal, ia berharap agar adanya revisi mengenai kebijakan tersebut. “Penghematan yang dilakukan dalam pengelolaan anggaran PNS merupakan hal yang patut diapresiasi. Namun jika pemerintah melarang adanya kegiatan PNS di hotel dan restoran, saya rasa kurang tepat. Hal ini dikarenakan munculnya kesan bahwa hotel dan restoran penyebab pemborosan PNS,“ tuturnya pada Rabu (03/12).

Pasca penerapan kebijakan tersebut, lanjut Utomo, pendapatan hotel dan restoran miliknya mengalami penurunan tetapi belum terlihat mencolok.“Sudah dirasakan penurunan pendapatan tapi masih sedikit,” akunya.

Sementara itu, Bupati Kendal, Widya Kandi Susanti, menjelaskan bahwa dengan adanya pelarangan tersebut penghematan besar-besaran dalam pengelolaan APBD Kabupaten Kendal dapat dilakukan. Maka dirinya sangat mendukung kebijakan itu. “Ruang rapat di kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah harus dimaksimalkan. Sayang kalau tidak digunakan. Padahal pembangunannya membutuhkan biaya besar. Saya juga punya rencana untuk membuat tempat rapat di sebagian ruang kerja saya,” tuturnya. (DK/pj)