Home Lintas Jateng Penumpang BRT Semarang Jatuh, Pemkot Akan Evaluasi Unsur Kelalaian Petugas

Penumpang BRT Semarang Jatuh, Pemkot Akan Evaluasi Unsur Kelalaian Petugas

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Walikota Semarang Hendrar Prihadi dan Kepala Dishubkominfo Kota Semarang Agus Harmunanto melihat kondisi bus BRT Semarang.

Semarang, 6/4 (BeritaJateng.net) – Seorang ibu terpaksa dilarikan ke rumah sakit (RS) Tugu Semarang lantaran jatuh dari Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Peristiwa tersebut dialami seorang ibu bernama Yohanna Rusiyah (50) warga Bukit Bringin Asri, Kecamatan Ngaliyan, Semarang yang saat itu tengah berpindah dari shelter.

Peristiwa terjadi sekira pukul 07.00 WIB pagi tadi di shelter depan Kantor Samsat Pedurungan. Saat itu Yohanna hendak naik BRT arah Mangkang, namun saat akan naik bus, ia terjatuh dari ketinggian shelter sekitar 1 meter.

“Saat masuk armada bus, satu kakinya baru berpijak di dalam armada lalu tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Ketika posisi penumpang itu terjatuh, armada bus masih berhenti dan belum jalan,” kata Kepala Badan Layanan Umum (BLU) BRT Kota Semarang, Joko Umboro Jati.

Korban yang terjatuh itu segera diangkat ke dalam bus dan dilarikan ke RS Tugurejo meskipun RSUD Kota Semarang lebih dekat dari lokasi. Namun karena RS Tugurejo lebih jauh namun searah dengan bus yang membawa penumpang malang itu.

Manager Pengelola Operasional BRT Kota Semarang, Sandy Wicaksono mengatakan Setelah mendapatkan perawatan dan pengobatan, korban yang menderita luka pada lengan kiri itu diperbolehkan pulang. Sementara itu Sandy akan mendalami apakah terdapat unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.

“Kami masih meminta keterangan terhadap personil armada BRT untuk mengetahui kronologis detailnya. Jika memang ada kelalaian dan ada kesalahan prosedur yang mengakibatkan kecelakaan itu, maka kami akan mengambil langkah tegas kepada personil BRT tersebut,” tegas Sandy.

Mendengar kabar tersebut Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengaku prihatin atas musibah yang menimpa penumpang BRT yang menyebabkan luka ringan tersebut.

Pihaknya melalui Dinas terkait dalam hal ini Dishubkominfo akan memberikan bantuan kepada korban yang sehari hari memang menggunakan moda transportasi kebanggaan warga Semarang tersebut.

Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi mengaku akan memperbaiki secepatnya sistem di BRT tersebut dengan mengevaluasi kinerja sopir dan kondektur agar nantinya tidak ada korban berikutnya lagi. (Bj05)