Home Ekbis Pengrajin Kertas Limbah Belum Tersentuh Bantuan UMKM

Pengrajin Kertas Limbah Belum Tersentuh Bantuan UMKM

Ilustrasi

Ilustrasi

Pekalongan, 20/3 (BeritaJateng.net) – Para pengrajin batik kertas limbah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengaku belum menikmati bantuan modal usaha kecil menengah (UKM) yang digulirkan oleh pemerintah.

Pengrajin batik kertas limbah Harris Riadi di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa dana bantuan modal UKM sangat diharapkan oleh pelaku industri kreatif. Akan tetapi, hingga kini pengrajin limbah belum menikmati bantuan itu.

“Kami berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan UKM pada usaha industri yang sudah mapan, tetapi para pelaku industri kreatif juga perlu diperhatikan agar bisa mengembangkan usahanya,” katanya.

Menurut Harris Riadi, selain kesulitan permodalan, pengrajin batik kertas limbah juga dihadapkan pada masalah promosi produksi yang dihasilkan.

“Bagaimana kami bisa mengenalkan produk kepada konsumen sedang biaya atau modal juga sangat terbatas. Selama ini, kami terkadang mempromosikan produk secara mandiri meski tidak bisa maksimal,” katanya.

Ia mengatakan bahwa keterlibatan pemkot mempromosikan produk kerajinan kertas limbah masih “setengah hati” dengan terbukti produk industri batik kertas limbah tidak bisa diikutkan pada pameran Inacraf 2015 di Jakarta.

“Produk batik kertas limbah sudah mendapat penghargaan Dekranas Award 2013 dan UNESCO pada tahun 2014. Akan tetapi, pelaku batik kertas limbah belum tersentuh modal UKM dan promosi oleh pemerintah,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Pekalongan Supriono mengatakan bahwa pemerintah daerah berusaha mengangkat pengembangan usaha kecil dan menengah serta pelaku usaha kecil lainnya.

“Hanya saja, kami tidak tahu apa yang dikendaki oleh pelaku industri kecil meski pemerintah telah memberikan fasilitas dan pelatihan kepada mereka,” katanya. (ant/BJ)