Home Hukum dan Kriminal Pengolahan Pakan Ternak Di Waduk Gajah Mungkur Cemari Lingkungan

Pengolahan Pakan Ternak Di Waduk Gajah Mungkur Cemari Lingkungan

Bangkai ikan yang dijadikan bahan baku industri pakan ikan menimbulkan bau busuk.
Bangkai ikan yang dijadikan bahan baku industri pakan ikan menimbulkan bau busuk.
Bangkai ikan yang dijadikan bahan baku industri pakan ikan menimbulkan bau busuk.

Wonogiri, 22/5 (BeritaJateng.net) – Timbunan bahan baku pakan ternak yang berasal dari bangkai di sekitar Waduk Gajah Mungkur (WGM) membuat warga sekitar tak nyaman. Bangkai ikan itu sengaja didatangkan oleh pengusaha industri pakan ikan di Wuryantoro dari waduk Kedungombo.

Bau tak sedap juga dirasakan oleh para pengunjung obyek wisata Waduk Gajah Mungkur (WGM). Bukan itu saja sejumlah pejabat juga mengeluhkan bau busuk tersebut.

Sejumlah warga Desa Sendang, Jumat (22/5), mengungkapkan, bau busuk menyengat menyeruak sekitar tiga pekan belakangan. Bau tersebut sangat mirip bau bangkai ikan, bau sulit hilang dan membuat aktifitas terganggu.

“Mau berkatifitas juga tidak nyaman lagi,” ungkap salah seorang warga yang tak mau disebut namanya. “Baunya dari pabrik pengolah pakan,” tandasnya.

Tak tahan dengan adanya bau busuk, warga kemudian mengeluh ke pemerintah desa setempat.

Pengunjung WGM Endang, menuturkan, tidak mau berlama-lama saat berwisata. Pasalnya, tidak tahan dengan bau yang menusuk hidung. Dia dan keluarga memilih balik kanan pulang kembali ke rumahnya.

“Gara-gara ada bau busuk menusuk hidung,” akunya.

Kepala Desa (Kades) Sendang, Budi Hardono, membenarkan pihaknya mendapat komplain warganya menyusul ‘impor’ besar-besaran bangkai ikan dari waduk Kedungombo di desanya itu.

“Yang terkena dampak memang warga kami meski lokasi perusahaan pakan (ternak) berbahan baku bangkai ikan di wilayah Kecamatan Wuryantoro soalnya anginnya dari selatan,” tuturnya.

Pihaknya berharap, dinas terkait khususnya pemerintah Kecamatan Wuryantoro segera mengambil langkah pembinaan agar bau busuk itu tidak mencemari lingkungan daerahnya. Sedangkan, untuk pengusaha pakan ternak di wilayah Sendang, sudah diberikan pengarahan supaya meminimalkan bau yang timbul.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Obyek Wisata Gajahmungkur, Pardianto, mengakui bau busuk dari tempat pengolahan pakan ternak itu. Bahkan bau itu juga tercium di tempat rekreasi andalan Pemkab Wonogiri itu.

“Bau menyengat muncul pada jam-jam tertentu biasanya kalau sedang bongkar muat ikan dari Kedungombo, terlebih lagi jika angin bertiup ke sini (utara),” ujarnya. (BJ09).