Home Headline Pengguna dan Pengedar Sabu Ditangkap Polisi

Pengguna dan Pengedar Sabu Ditangkap Polisi

sabu-sabu

Kudus, 6/3 (BeritaJateng.net) -Seorang pemakai narkotika jenis sabu-sabu Rezha Sapta Prahara (20), Selasa (3/3) sekitar pukul 19.35 WIB ditangkap petugas Sat Res Narkoba Polres Kudus ketika selesai mengambil uang di ATM BRI Unit Ngetuk, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae. Dari tangan pelaku, petugas mendapatkan satu paket sabu.

Setelah Rezha digelandang ke Mapolres Kudus untuk diperiksa, petugas mendapat keterangan bahwa barang haram tersebut dibeli dari seseorang bernama Moh Arif alias Ledeng (39) warga Desa Payaman, Kecamatan Mejobo.

Selanjutnya, petugas mencari keberadaan Ledeng yang akhirnya berhasil ditangkap di daerah Desa Bacin, Kecamatan bae sekitar pukul 21.00 WIB.

Kasat Narkoba Polres Kudus AKP AS Widhi Hatmoko didampingi KBO Ipda Imam kepada Beritajateng.net mengatakan, keberhasilan jajarannya mengungkap kasus tersebut bermula adanya informasi dari masyarakat. Setelah dilakukan pendalaman dan penyelidikan, akhirnya berhasil menangkap dua pelaku.

”Informasi awal yang kami terima menyebutkan bahwa tersangka R yang sehari-hari bekerja menjadi sopir sering mengkonsumsi sabu. Dari informasi tersebut petugas kita terjunkan untuk memantau orang yang dimaksud,” terangnya, Jumat (6/3).

Selanjutnya, setelah menangkap Rezha dan dilakukan pemeriksaan diketahui bahwa barang tersebut dibeli dari seseorang bernama Arif. Kemudian, anggotanya bergerak mencari keberadaan orang yang dimaksud lalu menangkapnya.

”Ketika anggota menangkap tersangka R, sabu yang dikemas dalam plastic klip kecil lalu dibungkus bekas bungkusan permen disembunyikan dibalik dashboard mobil yang dibawanya,” tambahnya.

Sedangkan ketika menangkap tersangka MA alias Ledeng, lanjutnya, petugas mendapatkan satu paket sabu dikemas dalam plastic klip yang disimpan dalam bungkus rokok. Menurutnya, kedua pelaku tidak bisa mengelak karena dari tangan mereka didapatkan barang bukti sabu.

Masih menurut Kasat Narkoba, setelah berhasil ditangkap tersangka MA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya kabur dari tangkapan petugas ditengah hujan deras ini gagal setelah petugas mengeluarkan tembakan peringatan.

Pengakuan Rezha kepada petugas, katanya, menyebutkan sabu yang dikuasainya dibeli dari Ledeng seharga Rp 400 ribu. Keterangan tersebut sama seperti yang diungkapkan Ledeng dimana setiap satu gram sabu dibeli seharga Rp 1,7 juta.

Selanjutnya, paket tersebut dipecah menjadi enam paket kecil dan dijual seharga Rp 400 ribu per paket. Jika paket ’hemat’ tersebut semuanya laku, maka dia mendapatkan keuntungan sedikitnya Rp 700 juta.

Selain menyita dua paket sabu dari tangan Rezha dan Arif Ledeng, petugas juga mengamankan satu unit Toyota Avanza K 8806 VB serta dua hand phone milik dua tersangka. Barang-barang tersebut sementara disita untuk kepentingan persidangan.

Untuk tersangka Rheza, dijerat Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1), UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan M Arif alias Ledeng yang masuk kategori pengedar dijerat pasal 114 undang-undang yang sama.

Terpisah, Wakapolres Kudus, Kompol Yunaldi menambahkan, tren penyalahgunaan narkoba di Kudus cenderung meningkat. Hal ini berdasarkan data kasus yang berhasil diungkap oleh Satres Narkoba Polres Kudus dimana pada tahun 2015 pihaknya sudah mengungkap empat kasus narkoba dengan jumlah tersangka enam orang. 

”Sedang selama tahun 2014, Polres Kudus berhasil mengungkap tujuh kasus dengan jumlah tersangka 11 orang dimana seluruhnya terkait kasus sabu-sabu,” tandasnya. (BJ12)