Home Lintas Jateng Pengeruk Normalisasi BKT Semarang Dimulai dari Kawasan TI

Pengeruk Normalisasi BKT Semarang Dimulai dari Kawasan TI

Normalisasi BKT Diharapkan Dapat Kendalikan Banjir
         Semarang, 11/3 (BeritaJateng.net) – Proyek pembangunan normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) kini sudah dimulai di sekitar Tanggul Indah  yang lebih akrab dikenal dengan sebutan TI  dekat Jembatan Majapahit.
Sejumlah alat begu menggaruk-garuk material tanah di dalam sungai BKT. Lalu, belalai alat berat tersebut yang membawa material tanah langsung ditumpahkan ke dalam bak truk dump yang berjajar hingga masing-masing  bak terbuka truk tersebut penuh tanah dari sungai.
         Truk dump antri menunggu giliran untuk diisi material tanah sungai BKT. Setelah, bak truk penuh dengan material tanah, lalu bergerak pergi meninggalkan lokasi bantaran sungai BKT. Pekerjaan proyek tersebut, terus dilakukan setiap saat dari pagi mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB.
         Meni (58) salah seorang petugas pencatat truk yang keluar masuk ke areal proyek pembangunan normalisasi BKT saat dikonfirmasi mengatakan, pekerjaan proyek pembangunan normalisasi sungai BKT dilakukan sekitar enam hari ini.
          “Setiap hari, saya mencatat truk yang membawa material tanah sungai BKT rata-rata 50 kali. Tanah yang dibawa truk dimanfaatkan untuk mengurug rawa-rawa di sekitar Jolotundo Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari,” katanya.
          Ia menyuruh untuk mengecek manfaat tanah dari sungai BKT untuk menguruk rawa-rawa yang masih banyak terdapat di wilayah Jolotundo. “Selanjutnya, tanah dari sungai BKT akan dimanfaatkan di mana lagi saya tidak tahu,” ucapnya.
          Menurutnya, tugas utama dalam pekerjaan di proyek pembangunan normaslisasi BKT itu adalah melakukan pencatatan keluar masuknya truk yang membawa angkutan material tanah dari BKT dibawa keluar dari areal bantaran BKT.
           “Jumlah alat begu untuk mengeduk mataerial tanah sungai saat ini masih ada dua, dan truk bak terbuka untuk membuang tanah dari kawasan BKT masih ada lima truk. Pekerjaan ini sudah dilakukan selama empat hari lalu,” tambahnya.
           Sementara kontrak kerja, menurut Meni, adalah dua tahun. Semoga proyek pengerukan ini, bisa dilaksanakan hanya satu tahun saja. “Harapan saya, pekerjaan pengerukan material tanah sungai BKT bisa selesai hanya dalam waktu satu tahun saja,” ucapnya.
           Dikatakan, bila pekerjaan selesai dalam waktu satu tahun, lalu bisa pindah lagi ke tempat lain, sehingga tidak menunggu berlama-lama bisa memperoleh dana. “Saya senang pekerjaan cepat selesai, sehingga pekerjaan perlu dikebut,” tambahnya.
Tambahan armada
          Proyek pembangunan normalisasi BKT yang baru empat hari ini dan menggunakan dua alat berat begu serta lima truk bak terbuka, menurut Meni, nantinya perlu ditambah armada lagi untuk mempercepat pekerjaan.
          “Saat ini pekerjaan proyek pembangunan normalisasi BKT masih menggunakan alat berat dan armada truk yang masih  terbatas, semoga nanti dalam waktu dekat, armada ditambah dan alat berat juga ditambah sehingga pekerjaan semakin cepat bisa dikebut,”  katanya.
            Ia mengatakan bahwa sungai BKT nantinya akan dilebarkan 60 meter, sehingga setelah normalisasi BKT terealisasi maka Kota Semarang wilayah Timur diharapkan tidak ada lagi yang tergenang banjir. (El)