Home Ekbis Pengembangan Klaster Usaha Berdampak Pada Pertumbuhan Ekonomi

Pengembangan Klaster Usaha Berdampak Pada Pertumbuhan Ekonomi

Foto/ist

Semarang, 19/12 (Beritajateng.net) – Bank Indonesia menganggap pengembangan klaster usaha di sejumlah sektor berpengaruh bagi ekonomi karena memberikan dampak baik terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.

“Dengan adanya program pendampingan sosial dari Bank Indonesia terhadap sejumlah klaster usaha diharapkan bisa mendongkrak hasil produksi dari klaster,” kata Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah V Jateng-DIY Iskandar Simorangkir di Semarang, Jumat.

Untuk saat ini, klaster-klaster usaha yang sudah dikembangkan oleh BI Kanwil V yaitu klaster padi di Bawen, klaster ikan air tawar di Kabupaten Magelang, klaster sapi perah dan potong di Kabupaten Semarang, dan klaster tanaman obat yang juga berada di kawasan Kabupaten Semarang.

Sebagai contoh, sebelum klaster tersebut memperoleh pendampingan dari BI maka produksi padi untuk setiap hektarnya hanya mencapai 5,013 ton, sedangkan setelah mengikuti program pendampingan sosial BI produksi menjadi 6,75 hektar/ton.

“Ada peningkatan produksi hingga 34,67 persen, pencapaian ini sangat baik bagi pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah,” katanya.

Pihaknya juga berharap, klaster-klaster tersebut dapat dicontoh oleh daerah lain sehingga bisa mendongkrak hasil produksi mereka.

“Tentu keberadaan klaster ini akan kami pertahankan di tahun-tahun depan karena kami menganggap multiplier efek dari program ini sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Sementara itu, sebelumnya Deputi Kepala BI Kanwil V Jateng-DIY Marlison Hakim mengatakan untuk klaster sapi semakin hari semakin memperlihatkan pencapaian yang memuaskan. Pencapaian tersebut di antaranya ada peningkatan aspek kelembagaan peternak dan aspek finansial pembiayaan.

Untuk aspek kelembagaan peternak misalnya dari sisi kelompok tani semakin terbentuk, terlihat dari jumlah kelompok tani yang semakin banyak baik untuk petani sapi perah maupun potong.(ant/ss)