Home Hukum dan Kriminal Pengembang Perumahan Dilaporkan Pidana dan Digugat Perdata

Pengembang Perumahan Dilaporkan Pidana dan Digugat Perdata

1098
Penggugat menunjukkan data-data
Penggugat menunjukkan data-data

Kudus, 28/7 (Beritajateng.net)-Kerjasama antara pemilik tanah dan pengembang perumahan yang awalnya berjalan harmonis, akhirnya berujung laporan dan gugatan di pengadilan.

Hal tersebut dialami Edi Zakaria (54) warga Desa Dersalam, Kecamatan Bae Kudus dengan pengusaha pengembang Masyhuri (54) asal Desa Bakalankrapyak, Kecamatan Kaliwungu Kudus.

Menurut keterangan Edi Zakaria didampingi penasihat hukumnya Paulus Budi Hartono kepada Beritajateng.net dikatakan, laporan pidana maupun gugatan perdata yang dilakukannya didasari adanya penyimpangan kerjasama seperti dituangkan dalam akta kerjasama.

Perjanjian kerjasama tersebut ditandatangani keduanya dihadapan notaris di Kudus pada tahun 2011.

”Setelah penandatanganan perjanjian kerjasama dan tanah seluas 44.799 meter persegi yang merupakan gabungan dari 18 bidang sudah dibalik nama menjadi milik Pak Masyhuri, kemudian sertifikat dijaminkan ke bank senilai Rp 9 miliar,” terangnya.

Dari  jumlah pinjaman yang diperoleh tersebut, lanjutnya, sebagian atau Rp 4 miliar diberikan kepada Edi Zakaria sebagai bagian dari pembayaran tanah yang dihargai Rp 250 ribu per meter persegi yang total keseluruhannya Rp 11,19 miliar.

”Memang, setelah pembayaran pertama untuk tanah sudah ada pembayaran kedua sehingga kekurangannya masih Rp 2 miliar lebih,” imbuhnya.

Selain kekurangan pembayaran tanah, lanjut Edi, pihaknya juga menggugat Masyhuri karena dalam akta kerjasama keuntungan penjualan perumahan juga dibagi rata (50:50). Padahal dari rencana pembangunan keseluruhan sebanyak 250 unit perumahan sudah terjual sekitar 150 unit.

Disebutkan, dalam salah satu klausul kerjasama keuntungan dari penjualan perumahan dibagi dua (50:50) serta setiap tahun Masyhuri wajib melaporkan perkembangan usahanya kepada Edi Zakaria. Klausul tersebut, ternyata tidak pernah dilakukan hingga pihaknya menempuh jalur hukum.

”Gugatan yang kita layangkan total keseluruhannya mencapai Rp 27,740 miliar dengan rincian kekurangan pembayaran tanah serta bagi hasil penjualan perumahan. Sedang laporan pidana karena kita menduga Pak Masyhuri tidak menepati perjanjian kerjasama,” tegasnya.

Sementara itu menurut Masyhuri pihaknya sudah mengetahui adanya laporan pidana ke Polres Kudus maupun gugatan perdata ke PN Kudus. Hanya saja, Direktur Utama PT Graha Sejahtera Barokah ini enggan berkomentar banyak terkait langkah yang ditempuh Edi Zakaria.

Menurutnya, soal pidana pihaknya juga telah melaporkan Edi Zakaria ke Polres Kudus. Namun, Masyhuri juga enggan mengatakan laporan soal apa yang dilayangkan ke Polres Kudus dengan alasan persoalan ini telah dikuasakan kepada pensehat hokum untuk menanganinya.

”Untuk gugatan perdata kita ikuti saja di persidangan nanti yang akan digelar Kamis (30/7) di PN Kudus. Maaf saya tidak bisa menjawab pertanyaan panjenengan semua karena datanya dibawa penasehat hukum kita,” tandasnya. (BJ12)