Home Headline Pengedar Sabu Ditangkap Polres Kudus

Pengedar Sabu Ditangkap Polres Kudus

Ilustrasi

tersangka1

Kudus, 6/2 (BeritaJateng.net) – Satuan Narkoba Polres Kudus, Selasa (3/2) berhasil menangkap pengedar sabu-sabu beserta sejumlah barang bukti lainnya. Penangkapan tersebut dilakukan di Jalan Pattimura, Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati sekitar pukul 21.30 WIB.

Kapolres Kudus AKBP Bambang Murdoko didampingi Kasat Narkoba AKP Agus Widhi Hatmoko dalam keterangannya mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat. Dalam iformasinya disebutkan, di tempat tersebut sering terjadi transaksi narkoba.

”Setelah kita lakukan pengamatan, ternyata informasi tersebut benar. Hanya saja, kita harus melakukan pengintaian cukup lama karena sepekan dilakukan pengintaian sempat tidak ada tanda-tanda akan terjadi transaksi,” terang AKP Agus WH.

Dari penangkapan ini, pihaknya berhasil mengamankan Slamet Abidin (22) asal Desa Tahunan Wonosari, Kecamatan Tahunan, Jepara. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan satu paket sabu-sabu dibungkus dalam plastik klip yang disimpan dalam saku celananya.

”Ketika kita tangkap, pelaku hendak meyerahkan sabu kepada petugas yang menyamar sebagai pembeli.Pelaku datang mengendarai sepeda motor tanpa plat nomor,” tambahnya.

Mengetahui ada beberapa petugas yang tiba-tiba mendekat saat pelaku hendak menyerahkan sabu-sabu, lanjutnya, pelaku sempat terkejut lalu berusaha membuang serbuk haram. Namun, petugas berhasil menemukan lalu menggiringnya ke Mapolres Kudus.

”Selain menyita satu plastic kecil berisi sabu, kita juga berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat, satu telepon genggam, dan jaket milik tersangka,” tandasnya.

Atas perbuatannya, pelaku yang sudah ditetapkan menjadi tersangka dan masuk dalam daftar target operasi (TO) dijerat dengan pasal 112 ayat (1) atau pasal 127 ayat (1) huruf a UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Obat Terlarang (Narkoba) dengan ancaman kurungan minimal 4 tahun maksimal 12 tahun, serta denda minimal Rp 800 juta maksimal Rp 8 miliar. (BJ12)