Home Nasional Pengadilan Kabulkan Gugatan 1 Miliar Rupiah Korban Pemerintahan Orde Baru

Pengadilan Kabulkan Gugatan 1 Miliar Rupiah Korban Pemerintahan Orde Baru

Jakarta,21/1/16,(BeritaJateng.Net)–Gugatan seorang kakek bernama Wimanjaya Keeper Liotohe (82) senilai 1 miliar rupiahnterhadap pemerintahan Soeharto dimenangkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (21/1/16). Atas putusan tersebut, negara diwajibkan memberikan ganti rugi kepada Wimanjaya.

“Majelis berpendapat jika pemerintah telah menyadari adanya pelarangan buku Prima Dusta dan Prima Duka, dilatarbelakangi adanya pengaruh kekuasaan dan kesewenangan dari penguasa pada saat itu dengan dalih mempertahankan kondisi politik yang ada dan ketertiban masyarakat, yang penilaiannya subyektif sehingga majelis berkesimpulan situasi tersebut merupakan abuse of power yang dilakukan pemerintah atau adanya penyalahgunaan kewenangan penguasa,” kata majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam putusannya majelis hakim juga mengakui perbuatan Kejaksaan Agung telah sesuai dengan peraturan perundangan sehingga tidak dapat disebut sebagai perbuatan melawan hukum. Namun majelis hakim menilai pelarangan tersebut didasari oleh penyalahgunaan kekuasaan pemerintahan Soeharto. Oleh karena itu, adil jika majelis hakim menghukum negara dengan putusan seadil-adilnya.

“Akibat tindakan yang dilakukan pemerintah melalui Kejaksaan Agung atas penggugat telah mengakibatkan kerugian materil maupun imateril,” kata majelis hakim.

Dalam putusan yang tertera di situs Mahkamah Agung, majelis hakim berpendapat pemerintah mesti membayar ganti rugi atas apa yang dilakukan terhadap penggugat sebesar 1 miliar rupiah.

Wimanjaya dihukum penjara selama dua tahun tanpa alasan jelas. Tak hanya itu, pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto juga melarang peredaran bukunya, Primadosa (tiga jilid), Primadusta (dua jilid), dan Primaduka (lima jilid) pada 1966.

Merasa sebagai korban kesewenangan Orde Baru Wimanjaya telah mengajukan gugatan sejak Soeharto lengser. Namun gugatan itu selalu diabaikan hingga di bawah kepemimpinan empat presiden setelah Soeharto. wimanjaya mengajukan gugatan materil dan imateril sebesar 2,4 Triliun rupiah, berjuang sendiri tanpa didampingi pengacara, hingga akhirnya menang meski dengan nominal yang jumlahnya jauh dari tuntutannya.(Bj50)