Home Ekbis Pengadaan Bulog Berhenti Sejak November

Pengadaan Bulog Berhenti Sejak November

bulog
bulog

Semarang, 2/12 (BeritaJateng.Net) – Pengadaan beras oleh Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah berhenti sejak akhir November 2014 seiring dengan memasuki musim tanam.

“Jika memasuki musim tanam seperti ini tentu pasokan beras dari petani juga berkurang, apalagi sekarang harga beras di pasar dengan kualitas setara beras medium di Bulog sudah berkisar Rp7.300/kg,” kata Kepala Bulog Divre Jateng Damin Hartono di Semarang, Selasa.

Menurutnya, untuk beras yang bisa diserap oleh Bulog yaitu di bawah harga Rp6.600/kg. Oleh karena itu, petani enggan menjual beras ke Bulog jika harga di pasar ternyata lebih tinggi.

“Jika harga beras saat itu di bawah Rp6.600/kg maka Bulog diwajibkan untuk membeli dari petani, tetapi karena ini di harga Rp7.300 jadi kami tidak bisa menyerapnya,” katanya.

Pihaknya tidak mempermasalahkan kondisi tersebut mengingat Bulog dari awal didesain untuk menyerap beras dari petani ketika panen raya. Dengan demikian, petani tidak kebingungan harus menjual hasil panennya kemana.

Apalagi, untuk saat ini stok beras di Bulog Divre Jateng masih mencukupi hingga 7,5 bulan mendatang. Total stok beras yang dimiliki Bulog Jateng hingga saat ini mencapai 288.927 ton.

Sementara itu Damin mengatakan, musim panen akan terjadi lagi pada tahun depan tepatnya mulai bulan Maret. Pada saat itu, petani di daerah Kabupaten Pati dan Blora sudah mulai melakukan panen.

“Karakteristik petani dari daerah-daerah ini mulai menanam padi pada awal musim penghujan, mereka juga menggunakan sistem gogo rancah yaitu mengandalkan turunnya hujan. Jadi jadwal panen mereka lebih dulu dibandingkan petani dari daerah lain,” katanya.

Untuk panen raya sendiri kemungkinan akan terjadi di bulan April dimana hampir semua petani di Jawa Tengah melakukan panen. Pada saat itulah stok dari petani sangat banyak sehingga Bulog mulai melakukan penyerapan.

“Tujuan dari pengadaan beras yang kami lakukan salah satunya mengamankan harga ketika terjadi stok yang berlebihan, jadi ada kemungkinan saat panen raya harga beras akan turun,” katanya. (ant/pri)