Home Hiburan Pengacara Jupiter Mengakui Kliennya Memakai Narkoba Karena Depresi dan Sepi Job 

Pengacara Jupiter Mengakui Kliennya Memakai Narkoba Karena Depresi dan Sepi Job 

Jupiter

Jakarta, 15/9 (BeritaJateng.net) – Jupiter Fortissimo menjadi selebriti yang kembali harus berurusan dengan kasus narkoba. tepatnya pada bulan Mei silam Jupiter dibekuk pihak kepolisian saat tengah berpesta sabu dengan empat temannya di sebuah tempat karaoke.

Kuasa hukum Jupiter, Fransisca Indrasari menerangkan reka ulang penangkapan tersebut saat ditemui di bilangan Jakarta, Rabu (14/9/2016). “Saat penangkapan ada berlima, Jupiter itu temennya yang membeli narkoba dan sisanya ini yang tiga perempuan. Justru yang mengajak membeli narkoba ini salah satu teman perempuannya, untuk mengajak karaoke,” jelas Fransisca.

Saat ditanya apakah ada hubungan khusus antara kliennya dengan perempuan tersebut, Fransisca menjelaskan bahwa mereka hanya teman biasa. Tujuan berkomunikasinya mereka sendiri saat itu tak lain untuk menggunakan barang haram tersebut beramai-ramai.

Bukan, kayaknya cuma teman biasa saja. Memang untuk menggunakan narkoba ini. Jadi dia beli dari si Firman ini. Firman ini bandarnya, dia beli itu digunakanlah pada saat karaoke, tapi kan karaokenya belum mulai ,tapi polisi sudab keburu datang dan digerebek polisi,” ceritanya.

Wanita yang dimaksud Fransisca bernama Nadia. Ia menjelaskan bahwa kedatangan Jupiter di TKP tak lain adalah ajakan dari teman perempuannya ini. Namun, kepada sang pengacara Jupiter mengaku bahwa mengkonsumsi narkoba jenis sabu sejak 2 tahun silam sebelum penangkapan ini terjadi.

“Iya atas (ajakan) temannya yang namanya Nadia seperti itu. Iya, memang seolah seperti dijebak polisi datang tiba-tiba nge-gerebek. Awalnya ia sempet megira dijebak, tapi setelah semakin ke sini kita tahu kalau polisi sudah mengintai sudah target operasi selama kurang lebih 3 bulan. Dari Bulan Mei sudah diintai oleh polisi,” terang Fransisca soal penangkapan Jupiter.

Dia menggunakan ngaku sama saya itu sudah sekitar 2 tahunan. Dia bilang beli itu depresi sepi job dan lingkungan teman teman dan dia pakai itu untuk lari dari masalah,” tambah sang kuasa hukum tentang latar belakang pemakaian barang haram yang dilakukan kliennya.

Yang menjadi target Fransisca kedepannya adalah penjatuhan hukuman untuk sang klien pada Pasal 127. Kalau kita berharap hanya dikenakan Pasal 127 hanya korban itu maksimal 4 tahun tapi itu bisa direhab,” pungkasnya. (Bj40)