Home News Update Penetapan 1 Ramadhan, Menag Akan Undang Ulama

Penetapan 1 Ramadhan, Menag Akan Undang Ulama

menteri agama

Semarang, 13/6 (BeritaJateng.net) – Kementerian Agama hingga saat ini belum memutuskan penetapan awal ramadhan tahun 1436 hijriah atau tahun 2015. Rencananya Kementerian Agama akan mengundang para ulama dan pakar terkait penetapan waktu puasa tahun ini.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin di Hotel Asto Semarang, Sabtu (13/6).

Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, Kementerian Agama pada bulan puasa sebagaimana lazimnya  akan mengundang ulama dan dewan pakar untuk melakukan sidang isbat.

“Rencana pengumpulan ulama tersebut untuk menentukan apakah hilal sudah terlihat atau belum nantinya akan dilihat pada tanggal 16 Juni,” katanya.

Lukman menjelaskan kalau nantinya tanggal 16 Juni setelah magrib hilal sudah nampak dan terlihat maka 1 Ramadhan jatuh pada tanggal tersebut dan kalau tidak tampak pada tanggal tersebut hilal belum terlihat maka sya’ban digenapkan 30 hari dan 1 ramadhan jatuh pada tanggal 17 Juni 2015.

Lukman juga menghimbau agar seluruh umat beragama selalu menjaga kerukunan saat bulan ramadhan. Ia menegaskan agar semua pihak termasuk ormas keagamaan tidak melakukan hal yang bisa merusak kesucian bulan ramadhan dengan melakukan tindak kekerasan ataupun sweeping yang meresahkan umat.

Sementara itu, kementerian agama kini tengah berupaya menyamakan penetapan awal ramadhan.

“Hal yang akan dilakukan adalah dengan menyamakan pemahaman tentang hilal dan kriteria hilal,” katanya.

Menurutnya selama ini yang membedakan penetapan awal ramadhan, satu syawal dan Idul Adha adalah perbedaan pemahaman tentang hilal.

“Dalam hal ini Menag telah mengunjungi pengurus pusat Muhammadiyah di Jogjakarta untuk melakukan silaturahmi dan muzakarah dalam upaya menyatukan kalender hijriah antara PP Muhammadiyah dan Pemerintah,” ungkapnya.

Menag juga akan segera melakukan kunjungan yang sama ke pengurus besar Nahdlatul Ulama dalam waktu dekat ini. Menag optimis dengan dilakukannya muzakarah semacam ini maka permasalahan perbedaan pandangan penetapan ramadhan satu syawal dan dzulhijjah dapat segera terselesaikan. (Bj05)